Harga Beras Melonjak dan Persediaan Menipis di Tengah Klaim Surplus 3,5 Juta Ton, Ombudsman: Situasi Darurat
Harga Beras Melonjak dan Persediaan Menipis di Tengah Klaim Surplus 3,5 Juta Ton, Ombudsman: Situasi Darurat
JAKARTA – Ombudsman RI menekankan pentingnya tindakan nyata dari pemerintah dalam menghadapi fenomena kelangkaan dan kenaikan harga beras di tengah klaim surplus yang sering diutarakan belakangan ini. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengharapkan agar pemerintah segera mencari solusi cepat untuk masalah ini, mengingat situasinya sudah sangat kritis.
“Saya menilai situasi ini sudah sangat kritis. Diperlukan solusi cepat untuk mengatasi kelangkaan beras,” kata Yeka dalam pernyataan resminya.
“Jika masalah beras tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan dampak pada isu-isu lainnya,” tambahnya.
Yeka menyarankan agar pemerintah segera mendistribusikan cadangan beras Bulog ke pasar. Ia juga meminta pemerintah menunda aturan yang melarang pelaku usaha menyerap beras Bulog dari impor tahun lalu.
“Ombudsman berharap agar Bapanas segera menunda peraturan terkait standar mutu label beras,” ujarnya.
Selain itu, Yeka juga memandang perlu adanya pengawasan pemerintah terhadap harga beras di pasar tradisional dan modern. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan pencabutan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras premium.
