BNI, Kementerian PKP, KP2MI, dan BP Tapera Sediakan KPR Terjangkau untuk PMI
BNI Kolaborasi dengan Kementerian untuk KPR Terjangkau bagi PMI
JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjalin kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), serta BP Tapera untuk menyediakan solusi pembiayaan rumah bersubsidi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini merupakan bagian dari upaya BNI dalam mendukung target pemerintah guna menyediakan hunian terjangkau bagi 20.000 PMI.
Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara BNI dengan Kementerian PKP, KP2MI, BP Tapera, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Acara penandatanganan berlangsung di Perumahan Bumi Pagaden Permai 3, Subang, Jawa Barat, hari ini. Sejumlah tokoh penting hadir dalam acara ini, termasuk Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies, dan Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho.
Menurut Corina Leyla Karnalies, “Nota kesepahaman ini adalah bentuk sinergi dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi Pekerja Migran Indonesia melalui Program BP Tapera dan KPR Sejahtera. Ini juga merupakan bukti nyata bahwa BNI sebagai bank global berkomitmen untuk masyarakat Indonesia di seluruh dunia.”
Program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi PMI. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan bahwa melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan dan terjangkau, BP Tapera dan mitra kerja menawarkan solusi perumahan yang layak serta sesuai dengan kebutuhan PMI dan keluarganya.
Heru menambahkan, “Kami menyadari bahwa memiliki rumah sendiri adalah impian banyak PMI. Sinergi ini adalah bentuk apresiasi negara kepada para Pahlawan Devisa yang telah berkorban di luar negeri.” Heru juga menegaskan komitmen untuk menyediakan hunian yang tidak hanya terjangkau tetapi juga berkualitas.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diwakili oleh tiga orang PMI. Selain itu, 90 PMI lainnya ikut menyaksikan acara ini secara online, termasuk dari Hong Kong dan Taiwan.
Program ini mendapat perhatian luas karena tidak hanya menunjukkan komitmen tetapi juga memastikan bahwa PMI dan keluarganya memiliki akses terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. Diharapkan kolaborasi ini bisa memperkuat kontribusi sektor perumahan dalam pembangunan nasional yang adil dan inklusif.
