Eksekutif Perusahaan AS Soroti Dampak Tarif Trump
Eksekutif Perusahaan AS Soroti Dampak Tarif Trump
JAKARTA – Sejumlah eksekutif dari perusahaan terkemuka di Amerika Serikat memperingatkan mengenai dampak tarif tinggi terbaru yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump terhadap kelangsungan bisnis mereka serta ekonomi secara keseluruhan. Pemimpin dari perusahaan teknologi besar Intel, produsen sepatu Skechers, dan perusahaan produk konsumen Procter & Gamble telah memotong perkiraan laba mereka dengan alasan ketidakpastian ekonomi.
Presiden Trump diketahui berupaya mengatur ulang hubungan dengan mitra dagang utama melalui kebijakan tarif impor tinggi guna menarik mereka ke meja perundingan. Meskipun ada tanda-tanda positif dalam pembicaraan dengan Korea Selatan, belum ada perjanjian dagang baru yang tercapai antara AS dan negara-negara yang dikenai sanksi.
Chief financial officer Intel, David Zinsner, menyatakan, “Kebijakan perdagangan AS serta risiko peraturan yang terkait telah meningkatkan kemungkinan perlambatan ekonomi dengan ancaman resesi yang semakin besar.” Di sisi lain, saham Intel anjlok lebih dari 5% setelah pernyataan tersebut.
Di luar sektor teknologi, produsen sepatu Skechers juga mengirimkan sinyal negatif kepada para investor. Saham perusahaan menurun setelah mereka menunda perkiraan hasil tahunannya. “Lingkungan saat ini terlalu dinamis untuk merencanakan hasil dengan jaminan kesuksesan yang wajar,” ujar chief operating officer Skechers, David Weinberg.
Skechers, seperti pesaingnya Nike, Adidas, dan Puma, memanfaatkan pabrik di Asia, khususnya di China, untuk memproduksi barang-barang mereka.
Selain itu, eksekutif Procter & Gamble (P&G) juga mengindikasikan bagaimana tarif bisa berdampak pada kenaikan harga bagi konsumen. Produsen Ariel, Head & Shoulders, dan Gillette sedang mempertimbangkan untuk mengubah harga guna menutupi biaya tambahan bahan baku yang diimpor dari China dan beberapa lokasi lainnya. Andre Schulten, kepala keuangan P&G, menambahkan bahwa perusahaan mengantisipasi pertumbuhan penjualan tahun ini yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. “Kami akan mencari setiap peluang untuk mengurangi dampaknya,” ujarnya, sambil menyebutkan bahwa akan ada penyesuaian pada “beberapa harga untuk konsumen.”
