Berita

BRICS Berambisi Menggeser Dolar AS dengan Mata Uang Baru, Kenyataan atau Mimpi?

BRICS Berambisi Menggeser Dolar AS dengan Mata Uang Baru, Kenyataan atau Mimpi?

JAKARTA – Mata uang baru berencana menyaingi dolar AS dengan mendorong negara-negara berkembang lainnya untuk mulai bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Setiap negara berkembang diajak untuk meninggalkan dolar AS dan beralih ke mata uang baru untuk transaksi lintas batas.

Kedengarannya megah, namun pada kenyataannya, mata uang ini hanyalah sebuah mitos, dan tak lebih dari sekadar khayalan. Inilah mata uang BRICS, yang meskipun dibicarakan dalam dunia keuangan, sebenarnya tidak ada.

Selama KTT BRICS ke-16 di Kazan, Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat memegang replika mata uang yang menunjukkan bahwa pengembangan mata uang baru sedang berlangsung. Namun, setelah ditanya oleh wartawan, terungkap bahwa replika tersebut hanyalah untuk menarik perhatian.

Aksi semacam ini sering dilakukan oleh para pemimpin negara-negara berkembang yang menggunakan politik sebagai tabir untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan ketidakmampuan mereka.

Menurut laporan dari BERITA88, BRICS Sherpa dari India baru-baru ini menegaskan bahwa diskusi tentang pembentukan mata uang masih dalam tahap awal. Bahkan, rencana tersebut belum mencapai titik terang, karena belum ada kemajuan signifikan dalam pengembangannya.

Selain itu, India sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak dapat menggunakan mata uang bersama yang akan dipakai bersama dengan China. Ini berlawanan dengan prinsip yang mereka anut dan akan membuat mata uang baru, jika dirilis, tetap berada di luar India.