Pelaksanaan CFD Depok Tetap Berlanjut, Chandra Rahmansyah: Bentuk Komitmen Terhadap Lingkungan
DEPOK
Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Margonda Raya-Arif Rahman Hakim (ARH), Depok, Jawa Barat, akan terus dilaksanakan meskipun ada pro dan kontra. Pernyataan ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah.
“CFD ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bukti nyata dari komitmen kita untuk menjaga lingkungan, terutama terkait kualitas udara,” ujar Chandra dalam keterangannya pada Kamis (15/5/2025).
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, menurut Chandra, sedang serius mengampanyekan kegiatan yang dapat mengurangi emisi kendaraan, sekaligus mendorong warga untuk lebih banyak berjalan kaki dan berolahraga.
Ia berpendapat bahwa meskipun uji coba CFD ini masih memicu perdebatan di tengah masyarakat, Pemkot Depok menganggapnya sebagai hal yang wajar. Dua kali pelaksanaan sebelumnya justru menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga.
Dia menyatakan bahwa banyak masukan dari warga yang saat ini sedang dikaji untuk penyempurnaan ke depan sebelum ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar hukum pelaksanaan uji coba CFD ini.
“Semua masih dalam tahap pengujian. Namun, niat kita jelas, yaitu mewujudkan udara yang lebih bersih dan mengajak masyarakat untuk berolahraga,” ucapnya.
CFD di Depok pertama kali diadakan di Jalan Raya Margonda pada Minggu (4/5/2025). Pada saat itu, CFD yang baru pertama kali diadakan ini berhasil menarik minat masyarakat untuk berolahraga di jalan utama Kota Depok. Namun, kemacetan lalu lintas akibat contraflow tidak dapat dihindari saat pelaksanaan CFD berlangsung.
Sepekan kemudian, pelaksanaan CFD diperluas. Rahmat Basuki (62), seorang warga Depok, mengapresiasi Pemkot Depok yang telah mengadakan CFD menjadi dua lajur. Sebab, pada pekan pertama masih banyak kendaraan yang melintas karena hanya satu lajur Jalan Margonda Raya yang digunakan untuk CFD.
“Sebagai warga Depok, saya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Depok karena bisa berolahraga, apalagi sekarang menjadi dua jalur, mantap,” kata Rahmat.
Namun, Rahmat mengkritisi minimnya keberadaan toilet umum portabel di area CFD Margonda. Ia meminta Pemkot untuk menambah titik toilet umum di lokasi strategis.
“Tapi, satu hal yang kurang adalah minimnya toilet umum. Betul, sebaiknya ditambah toilet portabel. Ini menyulitkan ketika banyak orang seperti ini, masa tidak ada toilet umum atau mungkin bisa diperjelas titik lokasi toilet portabel,” ujarnya.
