China Perluas Armada Laut: Nelayan atau Agen Intelijen?
China Perluas Armada Laut: Nelayan atau Agen Intelijen?
JAKARTA – Eropa sangat mengandalkan lautan terbuka untuk perdagangan, energi, serta keamanan. Namun, di balik gelombang samudra internasional terdapat ancaman tak terlihat: kapal penangkap ikan China yang sebenarnya berfungsi sebagai bagian dari operasi intelijen maritim Beijing.
Walaupun tampak seperti kapal komersial biasa, armada ini adalah bagian dari strategi ‘milisi maritim’ China. Dilengkapi dengan sensor canggih, komunikasi satelit, dan bahkan senjata ringan, mereka berpura-pura menjadi nelayan laut dalam sambil mengumpulkan informasi penting.
Mengacu pada The European Conservative, kehadiran kapal-kapal ini yang semakin meningkat di Samudra Hindia, Laut Arab, Teluk Benggala, dan perairan lainnya telah menyebabkan dua dampak utama: mengganggu mata pencaharian nelayan lokal dan menyediakan intelijen penting bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN).
Fenomena ini sangat terlihat saat operasi militer India, Sindoor, yang berlangsung pada Mei 2025 untuk menargetkan infrastruktur teroris di Pakistan, di mana kapal-kapal nelayan ‘asing’ mengikuti armada India dan diduga mengirimkan data pergerakan ke China dan Pakistan.
Menurut lembaga think tank Overseas Development Institute (ODI) yang bermarkas di London, armada kapal penangkap ikan laut lepas milik China diperkirakan mencapai 17.000 kapal di seluruh dunia.
Namun, tujuan mereka bukan sekadar menangkap cumi atau tuna. Profesor Andrew S. Erickson dari U.S. Naval War College mengatakan bahwa sebagian besar kapal ini merupakan bagian dari People’s Armed Forces Maritime Militia (PAFMM), entitas semi-militer yang memperkuat PLAN dan Penjaga Pantai China dengan kedok sipil.
Kapal-kapal ini biasanya dilengkapi dengan AIS (automatic identification system), sistem komunikasi satelit, dan lampu LED intensitas tinggi untuk memancing di malam hari, menggunakan jaring lingkar (purse seine) atau jaring insang. Beberapa bahkan dilengkapi dengan peralatan non-mematikan seperti meriam air atau laser—alat untuk mengganggu, bukan memancing ikan.
