Dedolarisasi Berkembang di Bawah Kepemimpinan Biden, Mengalami Tekanan di Era Trump
Dedolarisasi Berkembang di Bawah Kepemimpinan Biden, Mengalami Tekanan di Era Trump
JAKARTA – Inisiatif dari negara-negara BRICS untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS menunjukkan kemajuan yang signifikan selama kepemimpinan Joe Biden. Isu dedolarisasi yang mulai mencuat pada tahun 2020 berkembang pesat kala banyak negara mulai menilai ulang kebijakan perdagangan mereka.
Diskusi mengenai dedolarisasi mencapai puncaknya pada tahun 2023 hingga 2024, ketika negara-negara berkembang aktif terlibat dalam forum internasional untuk menyelesaikan transaksi perdagangan menggunakan mata uang lokal. Pergeseran ini memicu kekhawatiran tentang melemahnya dominasi dolar dalam pasar global.
Sejumlah analis menggambarkan periode ini sebagai momen “pergeseran tektonik” dari Barat ke Timur, dengan mata uang lokal mulai mendominasi di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Namun, keadaan ini berubah drastis saat Donald Trump kembali berkuasa.
Dalam waktu enam bulan, Trump dikatakan berhasil mengubah arah kebijakan serta memperkuat kembali posisi dolar AS dalam perdagangan global. Trump mengambil langkah-langkah tegas untuk menahan upaya dedolarisasi dengan memberi tekanan pada negara-negara yang mencoba mengurangi dominasi dolar.
