Brevet dan Penghargaan Prestisius Jenderal Try Sutrisno, Dari Kopassus Hingga Taipur
Brevet dan Penghargaan Prestisius Jenderal Try Sutrisno
JAKARTA – Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dikenal memiliki deretan brevet dan penghargaan yang didapat sepanjang karier militernya. Penghargaan tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.
Nama Try Sutrisno kembali menjadi sorotan publik di tengah munculnya tuntutan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI untuk mengganti Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Mantan Wakil Presiden RI ini menjadi salah satu purnawirawan TNI yang mendukung usulan tersebut.
Penggantian Wapres Gibran adalah salah satu dari delapan tuntutan yang tertuang dalam dokumen yang ditandatangani oleh 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel. Tujuh tuntutan lainnya mencakup Kembali ke UUD 1945 asli sebagai tata hukum politik dan tata tertib pemerintahan; Mendukung Program Kerja Kabinet Merah Putih yang dikenal dengan Asta Cita, kecuali kelanjutan pembangunan IKN; Menghentikan PSN PIK 2, PSN Rempang, dan kasus serupa lainnya yang merugikan masyarakat dan merusak lingkungan; Menghentikan tenaga kerja asing dari China di wilayah NKRI dan memulangkan mereka ke negara asalnya.
Selanjutnya, pemerintah diharapkan melakukan penertiban pengelolaan pertambangan yang tidak sesuai dengan peraturan dan UUD 1945 Pasal 33 Ayat 2 dan 3; Melakukan reshuffle terhadap menteri yang diduga terlibat korupsi dan mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang terikat dengan kepentingan mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo; Mengembalikan Polri ke fungsi Kamtibmas di bawah Kemendagri; dan Mengusulkan penggantian Wakil Presiden kepada MPR karena keputusan MK terhadap Pasal 169 Huruf Q UU Pemilu dinilai melanggar hukum acara MK dan UU Kekuasaan Kehakiman.
Selain Try Sutrisno, beberapa purnawirawan TNI lainnya yang terlibat adalah mantan Wakil Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, dan mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Hanafi Asnan.
Penghargaan dan Brevet Try Sutrisno
Sepanjang karier militernya, Try Sutrisno menorehkan prestasi gemilang. Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, ia pernah menjabat sebagai Kepala Staf di Kodam XVI/Udayana, Panglima Kodam IV/Sriwijaya, Panglima Kodam V/Jaya, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), dan KSAD. Puncak karier militernya dicapai pada tahun 1988 saat ia ditunjuk sebagai Panglima ABRI menggantikan LB Moerdani.
Pada tahun 1993, Try Sutrisno dinominasikan oleh Fraksi ABRI di MPR sebagai Wakil Presiden untuk mendampingi Presiden Soeharto. Dukungan datang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDIP). MPR kemudian menetapkan Soeharto dan Try Sutrisno sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 1993-1998.
Selain jabatan yang prestisius, Try Sutrisno juga memiliki koleksi brevet dan penghargaan yang melimpah sepanjang kariernya. Penghargaan dan tanda kehormatan ini merupakan pengakuan atas keterampilan dan dedikasi dalam bidang militer dan profesi khusus.
Brevet
1. Wing Penerbang TNI AU Kelas I
Wing Penerbang TNI AU Kelas I adalah penghargaan bagi perwira atau pejabat TNI AU yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam dunia penerbangan. Penerima Wing Penerbang Kelas I juga dianggap sebagai warga kehormatan TNI AU.
2. Brevet Hiu Kencana
Brevet Hiu Kencana adalah tanda kehormatan dari TNI Angkatan Laut, khususnya Satuan Kapal Selam, bagi tokoh dan personel yang berjasa dan berkontribusi untuk TNI AL.
