Ketegangan Memuncak, Ini Perbandingan Militer India dan Pakistan
Ketegangan Memuncak, Ini Perbandingan Militer India dan Pakistan
JAKARTA – India dan Pakistan kini berada di ambang konflik setelah ketegangan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini meningkat tajam.
Situasi terbaru ini dipicu oleh pembunuhan massal terhadap 26 turis Hindu di padang rumput Baisaran, Pahalgam, di wilayah Jammu dan Kashmir yang dikuasai India, pada Selasa sore lalu. Daerah ini dikenal dengan sebutan ‘Mini Swiss’.
Pelaku di balik pembantaian ini adalah kelompok militan bersenjata The Resistance Front (TRF), yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan Lashkar-e-Taiba (LeT) dari Pakistan.
India telah mengambil lima langkah balasan terhadap Pakistan sebagai respons atas serangan di Kashmir tersebut. Langkah-langkah ini termasuk menurunkan status hubungan diplomatik.
Di sisi lain, Pakistan menuduh bahwa serangan di Kashmir adalah operasi ‘bendera palsu’ oleh India. Islamabad juga memperingatkan bahwa ketegangan ini dapat mengarah pada perang besar antara dua negara bersenjata nuklir ini.
Perbandingan Kekuatan Militer India dan Pakistan
India
Kekuatan Militer Konvensional
- Pasukan Militer Aktif: 1.475.750 personel aktif, menjadikan India sebagai kekuatan militer terbesar ketiga di dunia.
- Pasukan Cadangan dan Paramiliter: 1.155.000 personel cadangan dan 2.527.000 personel paramiliter.
- Angkatan Darat: Memiliki lebih dari 4.600 tank, termasuk T-90 Bhishma dan Arjun, serta sistem roket Pinaka.
- Angkatan Udara: Mengoperasikan sekitar 2.229 pesawat, termasuk 600 jet tempur seperti Su-30MKI dan Rafale.
- Angkatan Laut: Memiliki 150 kapal perang dan kapal selam, termasuk 2 kapal induk dan 18 kapal selam.
Kekuatan Nuklir
- Jumlah Hulu Ledak: 172 hulu ledak nuklir per Januari 2024.
- Sistem Peluncuran: Mengembangkan rudal balistik jarak jauh Agni-V dengan teknologi MIRV (Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle), memungkinkan satu rudal membawa beberapa hulu ledak yang dapat menyerang target berbeda.
- Doktrin Nuklir: Menganut kebijakan ‘No First Use’ dan fokus pada kemampuan serangan balasan yang kredibel.
Pakistan
Kekuatan Militer Konvensional
