Ahli Bedah Prancis Ini Dikenal Sebagai Predator Seks, Memperkosa 299 Pasien Selama Dua Dekade
Ahli Bedah Prancis Ini Dikenal Sebagai Predator Seks, Memperkosa 299 Pasien Selama Dua Dekade
PARIS – Pengadilan di Prancis pada hari Rabu memutuskan hukuman penjara maksimum selama 20 tahun untuk Joel Le Scouarnec, seorang ahli bedah yang mengaku telah melecehkan ratusan pasien secara seksual. Sebagian besar korbannya adalah anak-anak, dan tindakan ini berlangsung lebih dari dua puluh tahun.
Sidang yang berlangsung selama tiga bulan terhadap Joel Le Scouarnec, yang kini berusia 74 tahun, mengungkapkan luasnya kejahatan dan penderitaan yang dialami oleh para korbannya, sekaligus memunculkan pertanyaan mengapa tindakan pencegahan tidak dilakukan lebih awal untuk menghentikannya.
1. Salah Satu Predator Seks Paling Produktif
Menurut berita dari BERITA88, Le Scouarnec merupakan salah satu predator seks terpidana paling produktif dalam sejarah Prancis. Dia sudah mendekam di penjara setelah dijatuhi hukuman 15 tahun pada tahun 2020 karena memperkosa dan melakukan kekerasan seksual terhadap empat anak, termasuk dua keponakannya.
Hukuman penjara selama 20 tahun dijatuhkan oleh hakim ketua Aude Buresi untuk kasus pemerkosaan berat, yang merupakan hukuman maksimum yang bisa diberikan untuk dakwaan tersebut di Prancis, di mana hukuman tidak bisa ditambahkan secara kumulatif untuk setiap dakwaan.
Le Scouarnec tidak berhak mengajukan pembebasan bersyarat hingga dua pertiga dari masa hukumannya dijalani.
Putusan pengadilan menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan sangat serius mengingat jumlah korban, usia mereka yang masih muda, dan sifat obsesif dari kejahatan tersebut.
Meski demikian, pengadilan menolak permintaan langka dari jaksa penuntut agar dia ditahan di fasilitas perawatan dan pengawasan setelah pembebasannya, dengan alasan adanya “keinginan untuk menebus kesalahan” atas perbuatannya.
2. Memperkosa 299 Pasien
Jaksa penuntut menyatakan minggu lalu bahwa di Amerika Serikat — di mana situasinya berbeda — Le Scouarnec mungkin bisa menghadapi hukuman penjara selama “2.000 tahun”.
Dalam persidangan yang dimulai Februari di Vannes, wilayah barat Brittany, Le Scouarnec mengakui telah melakukan penyerangan seksual atau pemerkosaan terhadap 299 pasien — 256 di antaranya berusia di bawah 15 tahun — di rumah sakit antara tahun 1989 dan 2014, banyak di antaranya dilakukan saat korban dalam keadaan dibius atau baru bangun setelah operasi.
Dia didakwa dengan 111 kasus pemerkosaan dan 189 penyerangan seksual.
Para korban pelecehan oleh dokter bedah ini menggelar unjuk rasa di luar gedung pengadilan di Vannes, sambil membawa spanduk bertuliskan “Jangan pernah lagi” dan “Saya menuduhmu.”
