Ekonomi

Keterpurukan Ekonomi Rusia: Apakah Putin Akan Menghentikan Konflik di Ukraina?

Keterpurukan Ekonomi Rusia: Apakah Putin Akan Menghentikan Konflik di Ukraina?

JAKARTA – Perekonomian Rusia kini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat konflik yang berlangsung di Ukraina. Sektor-sektor utama di negara tersebut mulai menemui tantangan yang serius, sementara lembaga keuangan bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan kredit macet.

Keadaan ini diperparah oleh inflasi yang terus meningkat dan ancaman sanksi internasional yang lebih berat, terutama jika Presiden Vladimir Putin tidak segera mengumumkan gencatan senjata sebelum pertengahan Agustus.

Sejak dimulainya invasi pada Februari 2022, ekonomi Rusia sempat menunjukkan daya tahan yang mengesankan, didorong oleh lonjakan besar dalam pengeluaran militer. Namun, kini mulai tampak keretakan. Bank Sentral Rusia memperkirakan bahwa inflasi, yang pernah mencapai 9,5 persen pada 2024, akan menurun ke kisaran 7-8 persen pada 2025, seiring dengan penurunan suku bunga yang dilakukan secara bertahap sejak Juni.

Baca Juga: Kekuatan Ekonomi Global Berubah Arah, BRICS Diprediksi Ungguli G7 Tiga Kali Lipat di 2028

Laporan dari BERITA88 menunjukkan bahwa sejumlah indikator ekonomi mengisyaratkan adanya perlambatan yang nyata. Permintaan baja, misalnya, diperkirakan akan turun 10 persen pada tahun ini. Sementara itu, kondisi sektor perbankan dianggap lebih mengkhawatirkan dibandingkan data resmi, dengan ancaman gagal bayar yang terus meningkat.