politik

Eks Jenderal AS Ungkap Strategi Militer China untuk Kalahkan Amerika di Konflik Taiwan

Eks Jenderal AS Ungkap Strategi Militer China untuk Kalahkan Amerika di Konflik Taiwan

WASHINGTON – Charles Flynn, seorang mantan jenderal dari Pentagon, telah memberikan peringatan kepada anggota parlemen Amerika Serikat tentang kemungkinan invasi China ke Taiwan yang semakin dekat di tengah ketegangan yang meningkat di Selat Taiwan.

Mantan komandan Angkatan Darat AS di kawasan Pasifik ini menguraikan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China untuk melancarkan misinya di Taiwan, bahkan sebelum pasukan AS dapat tiba untuk membantu Taipei—suatu skenario yang dirancang untuk mengalahkan Amerika.

China telah bertekad untuk menyatukan Taiwan, yang mereka anggap sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun Partai Komunis China belum pernah memerintah pulau tersebut.

Baca Juga: China Sebar Video Latihan Militer Melibatkan Pengepungan Taiwan, Pulau Digambarkan Terbakar

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan untuk memberikan tekanan pada Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di pulau tersebut, yang bersikap skeptis terhadap Beijing.

Pejabat AS yakin bahwa Presiden China Xi Jinping telah mengarahkan PLA untuk siap merebut Taiwan pada tahun 2027, meskipun belum direncanakan untuk mengeksekusi perintah tersebut pada tahun itu.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio serta pejabat lainnya dalam pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa untuk menghadang China, invasi tersebut harus dibuat semaksimal mungkin dari segi biaya.

Dalam pernyataan di sidang parlemen yang berfokus pada Partai Komunis China, dikatakan kepada anggota parlemen: “Ancaman invasi China ke Taiwan kini bukan lagi sesuatu yang jauh atau sekadar teori.”

Flynn berbicara dalam sidang Komite Terpilih Parlemen tentang Persaingan Strategis antara Amerika Serikat dan Partai Komunis China. Mark Montgomery, mantan direktur operasi di Komando Indo-Pasifik AS, dan Kurt Campbell, yang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri dari 2024 hingga 2025, juga memberikan kesaksian.

Dalam pernyataan yang dipersiapkan sebelum sidang parlemen, Flynn menyoroti besarnya tantangan yang akan dihadapi China dalam melancarkan serangan amfibi—faktor-faktor yang menurutnya dapat membantu mengimbangi kesenjangan kemampuan yang signifikan antara militer Taiwan dan China.