Ekspor Minyak Rusia Menanjak, Apakah Sanksi AS Mulai Longgar?
Ekspor Minyak Rusia Menanjak, Apakah Sanksi AS Mulai Longgar?
JAKARTA – Dalam dua minggu terakhir, dilaporkan bahwa ekspor minyak Rusia mengalami peningkatan, saat beberapa kapal tanker yang sebelumnya terkena sanksi oleh pemerintahan AS mulai kembali mengangkut minyak mentah Rusia. Laporan ini berdasarkan data dari pelacakan kapal.
Negara-negara Barat telah menerapkan pembatasan pada kapal-kapal Rusia sebagai langkah untuk mengurangi pendapatan minyak Moskow, di tengah konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Baca Juga:
Sanksi AS Gagal Runtuhkan Moskow, Rusia Catat Pertumbuhan Ekonomi 4,1%
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan menahan diri untuk tidak menjatuhkan sanksi tambahan, yang menjadi alasan mengapa beberapa kapal yang terkena sanksi di bawah mantan Presiden Joe Biden kembali beroperasi.
Menurut Bloomberg, “Setidaknya 18 dari 39 kapal yang masuk daftar hitam oleh AS pada tahun 2023 dan 2024 kini secara rutin mengangkut barel dari pelabuhan Rusia, setelah sebelumnya tidak aktif karena sanksi.”
Kapal tanker yang masuk daftar hitam kembali beroperasi berkat pendekatan Presiden Donald Trump terhadap sanksi.
Tahun lalu, AS dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Sovcomflot, perusahaan pelayaran terbesar milik negara Rusia, serta 14 kapal tanker minyak mentahnya. Washington dan Brussels juga menyasar armada bayangan Rusia, jaringan kapal tanker tua yang digunakan untuk menghindari pembatasan.
Sejak memegang jabatan pada Januari, Presiden Trump telah aktif dalam upaya diplomatik untuk menengahi gencatan senjata antara Moskow dan Kiev. Pendekatannya terhadap sanksi lebih terkendali dibandingkan pemerintahan sebelumnya.
Trump secara terbuka mengancam akan menjatuhkan sanksi “skala besar” atau sekunder tambahan terhadap Rusia jika mereka tidak menyetujui kesepakatan damai. Trump juga mengusulkan kemungkinan pelonggaran pembatasan tertentu sebagai bagian dari negosiasi perdamaian perang Rusia-Ukraina.
Catatan menunjukkan bahwa pendapatan Rusia dari ekspor minyak tetap sekitar USD1,3 miliar per minggu, yang mengindikasikan bahwa peningkatan aliran diimbangi oleh harga yang lebih rendah. Harga minyak mentah telah menurun dalam beberapa pekan terakhir karena peningkatan pasokan dan ketidakpastian ekonomi.
