Ekonomi

Pertumbuhan Laba Bersih IIF Melesat 17,63% di Tahun Buku 2024

Pertumbuhan Laba Bersih IIF Melesat 17,63% di Tahun Buku 2024

JAKARTA – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Selasa, 29 April 2025. Dalam rapat ini, dibahas dan disetujui lima agenda termasuk persetujuan Laporan Tahunan, Laporan Keuangan, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, dan penggunaan laba bersih Perseroan tahun 2024.

Perusahaan mencatat kenaikan laba bersih sebesar 17,63% mencapai Rp122,51 miliar pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 yang sebesar Rp104,15 miliar, atau 2,07% lebih tinggi dari anggaran 2024 yang sebesar Rp120,03 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh peningkatan pendapatan usaha Perseroan yang tumbuh 3,70% menjadi Rp1,39 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,34 triliun.

Selama periode lima tahun, tingkat pertumbuhan rata-rata (CAGR) untuk pendapatan dan laba IIF masing-masing mencapai 11% dan 30%. Dalam hal permodalan, pertumbuhan tahunan rata-rata IIF selama periode tersebut mencapai 11%.

“Sepanjang tahun 2024, Perseroan berperan penting dalam mewujudkan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Total komitmen pembiayaan baru meningkat sebanyak 11 dengan nilai total Rp3,93 triliun, meningkat 13,52% dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp3,46 triliun. Komitmen pembiayaan ini mencakup sektor air bersih, kawasan ekonomi khusus, jalan tol, telekomunikasi, infrastruktur sosial, dan infrastruktur gas,” ungkap Nastantio W. Hadi, Head of Legal & Corporate Secretary IIF.

Dari layanan konsultasi, Perseroan mendapatkan 10 mandat baru dengan nilai kontrak sebesar Rp39 miliar mencakup 6 mandat untuk jasa ESG advisory, 3 mandat untuk jasa financial advisory, dan 1 mandat untuk divestasi saham.

Dengan landasan keuangan yang kuat dan komitmen terhadap prinsip-prinsip ESG, IIF siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.