Gelombang Dedolarisasi Mengguncang Dunia, Lebih dari 70 Negara Tinggalkan Dolar AS
Gelombang Dedolarisasi Mengguncang Dunia
JAKARTA – Gelombang dedolarisasi mengguncang dunia. Lebih dari 70 negara kini semakin aktif mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS) dalam transaksi internasional. Fenomena ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap keuangan global, sekaligus menjadi tantangan besar terhadap dominasi mata uang AS sejak Perang Dunia II.
Tren ini sangat terlihat di kawasan ASEAN, di mana beberapa negara mulai menggunakan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi. Mereka juga berupaya mengembangkan sistem pembayaran alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Di Eropa, perasaan yang sama muncul ketika para pejabat bank sentral mulai memikirkan kembali ketergantungan mereka pada Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, blok BRICS semakin agresif mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS dalam perdagangan bilateral.
Negara-negara ekonomi terbesar di Asia, termasuk Indonesia, telah sepakat untuk mengadopsi mekanisme pembiayaan cepat yang berbasis mata uang regional, terutama yuan China, sebagai pengganti dolar AS. Keputusan ini diambil dalam pertemuan menteri keuangan ASEAN+3 di Milan, Italia.
