Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Mengguncang Aceh karena Deformasi Batuan di Dalam Lempeng
Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Mengguncang Aceh karena Deformasi Batuan di Dalam Lempeng
JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi di Blang Pidie, Aceh Barat Daya, Aceh pada Minggu (11/5/2025) sore. Gempa ini disebabkan oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng (intraslab), dan guncangannya dirasakan di hampir seluruh wilayah Aceh hingga Sumatera Utara.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini termasuk jenis gempa bumi menengah akibat deformasi batuan dalam lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujar Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada Minggu (11/5/2025).
Baca juga: Aceh Diguncang Gempa Berkekuatan M6,2
Daryono menjelaskan, pada pukul 15.57 WIB, wilayah Pantai Selatan Aceh Barat Daya diguncang gempa tektonik. Analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.
“Episenter gempa terletak pada koordinat 3,67° LU dan 96,83° BT, tepatnya di laut, 23 km arah barat daya Blangpidie, Aceh Barat Daya pada kedalaman 83 km,” jelasnya.
Gempa ini berdampak dan dirasakan di Aceh Barat Daya dengan intensitas skala V MMI, di mana getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk. Aceh Selatan, Nagan Raya, Meulaboh, Subulussalam merasakan intensitas IV MMI, dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
“Daerah Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo, Gayo Lues dengan intensitas III-IV MMI, dan wilayah Langsa, Aceh Singkil, Aceh Timur dengan intensitas III MMI, merasakan getaran dalam rumah, seakan truk berlalu,” ujarnya.
Baca juga: Gempa M 6,2 Aceh Singkil Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia
Daerah Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie, Aceh Tenggara, Tapanuli Tengah, Nias Utara, dan Gunungsitoli mengalami intensitas II-III MMI. Sementara Banda Aceh, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Simeulue, dan Nias Selatan merasakan intensitas II MMI.
“Modeling menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 16.20 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” katanya.
Daryono mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjauhi bangunan yang mungkin rusak akibat gempa.
