Ahmed al-Sharaa Berupaya Normalisasi Hubungan Suriah dengan Israel
DAMASKUS – Presiden Baru Suriah Mengupayakan Normalisasi dengan Israel
Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, menyatakan bahwa Damaskus berusaha menjalin hubungan normal dengan Israel. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Kongres Amerika Serikat, Cory Mills, kepada BERITA88 setelah pertemuan mereka di Suriah pekan lalu.
Mills menyebutkan bahwa dia berdiskusi dengan Sharaa mengenai syarat penghapusan sanksi ekonomi dari AS serta kemungkinan perdamaian dengan Israel.
Dalam pertemuan tersebut, Sharaa mengungkapkan minat Suriah untuk bergabung dengan Abraham Accords, yaitu serangkaian perjanjian normalisasi yang dinegosiasikan pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump dengan Israel, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko, asalkan dalam kondisi yang tepat.
Mills menyatakan bahwa Sharaa siap menjelaskan rencananya dalam mengatasi keberadaan milisi asing di Suriah dan menawarkan jaminan kepada Israel, yang masih sangat waspada terhadap pemimpin Suriah dan menolak pengurangan sanksi.
Pemimpin baru Suriah yang berasal dari kelompok Islamis mendorong AS dan Eropa untuk mencabut sanksi guna memulai kembali ekonomi yang hancur akibat perang saudara selama lebih dari satu dekade.
Mills, yang merupakan anggota komite Urusan Luar Negeri dan Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat, bersama Anggota Kongres AS Marlin Stutzman dari Indiana, tiba di Damaskus pada hari Jumat pekan lalu untuk bertemu dengan pejabat Suriah. Ini adalah kunjungan pertama oleh anggota parlemen Amerika ke negara tersebut sejak Bashar al-Assad digulingkan oleh serangan pemberontak yang dipimpin oleh kaum Islamis pada bulan Desember.
Mills bertemu dengan Sharaa, yang masih dikenai sanksi dari AS dan PBB karena hubungan sebelumnya dengan al-Qaeda, pada Jumat malam. Mereka membahas sanksi AS dan Iran selama sekitar 90 menit.
Mills mengatakan kepada BERITA88 bahwa dia akan menyampaikan surat dari Sharaa kepada Presiden Donald Trump, tanpa memberikan rincian isinya, dan dia akan memberi pengarahan kepada presiden AS dan Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz setelah kembali dari perjalanannya.
“Saya tetap optimis dengan hati-hati dan berusaha menjaga dialog tetap terbuka,” ujar Mills.

