politik

Hamas Akan Lepaskan Sandera Israel-Amerika Edan Alexander

Hamas Akan Lepaskan Sandera Israel-Amerika Edan Alexander

GAZA – Kelompok militan Hamas berencana untuk melepaskan Edan Alexander, seorang sandera yang memiliki kewarganegaraan Israel dan Amerika Serikat, yang saat ini ditahan di Gaza. Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat senior Hamas kepada Reuters. Langkah ini dianggap oleh mediator utama, yakni Qatar dan Mesir, sebagai perkembangan positif menuju dimulainya kembali perundingan gencatan senjata di wilayah Palestina yang dilanda konflik.

Pejabat senior Hamas tersebut tidak memberikan rincian waktu pasti mengenai pembebasan Alexander, yang merupakan prajurit berusia 21 tahun di Angkatan Darat Israel dan lahir di New Jersey.

Namun, sumber yang mengetahui situasi ini menginformasikan kepada Reuters bahwa Alexander mungkin akan dibebaskan pada hari Selasa (13/5/2025) mendatang.

Menurut Hamas, pembebasan Alexander, yang diperkirakan menjadi sandera Amerika terakhir yang masih hidup di tangan kelompok perlawanan Palestina, adalah bagian dari upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata dan memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan mengunjungi Timur Tengah minggu ini. Utusan khususnya, Adam Boehler, menilai bahwa berita tentang pembebasan Alexander adalah langkah maju yang signifikan.

“Kami juga mendesak Hamas untuk melepaskan jenazah empat warga Amerika lainnya yang telah diculik,” tambah Boehler.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

“Ini adalah tindakan yang diambil dengan niat baik terhadap Amerika Serikat dan upaya para mediator – Qatar dan Mesir – untuk mengakhiri perang yang sangat kejam ini dan mengembalikan semua sandera yang masih hidup serta jenazah kepada keluarga mereka,” ujar Trump.