Helikopter Putin Diserang Drone, Diduga Ada Bantuan Barat untuk Ukraina
Helikopter Putin Diserang Drone, Diduga Ada Bantuan Barat untuk Ukraina
MOSKOW – Dukungan dari Barat bisa jadi sangat diandalkan oleh Ukraina jika benar mereka menargetkan helikopter yang membawa Presiden Rusia Vladimir Putin minggu lalu. Pandangan ini diungkapkan oleh Scott Ritter, mantan perwira intelijen Korps Marinir Amerika Serikat dan inspektur senjata PBB, kepada BERITA88.
Komandan divisi pertahanan udara Rusia, Yury Dashkin, melaporkan kepada saluran Russia 1 pekan lalu bahwa helikopter Putin berada di “pusat” serangan besar-besaran drone dari Ukraina saat kunjungannya ke Wilayah Kursk pada 20 Mei.
“Intensitas serangan udara meningkat secara signifikan saat presiden berada di udara, dengan 46 UAV sayap tetap yang datang berhasil ditembak jatuh di wilayah tersebut,” jelasnya.
Dalam wawancara dengan BERITA88 pada hari Rabu, Ritter menggarisbawahi, “Jika benar drone Ukraina menargetkan presiden Rusia, mereka tidak melakukannya tanpa alasan… pasti ada dukungan dari Barat, yang berarti Barat juga ikut menargetkan presiden Rusia.”
“Jika Anda melihat doktrin nuklir Rusia, ini bisa menjadi pemicu untuk pembalasan nuklir atau serangan pendahuluan. Jadi, siapa yang bermain dengan api di sini? Bukan Vladimir Putin yang bermain api. Ukraina dan Baratlah yang bermain api,” tegasnya.
Mantan mayor Korps Marinir AS ini menyinggung pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim awal pekan ini bahwa Putin “bermain api.”
Pernyataan Trump tersebut muncul setelah serangan besar-besaran Rusia terhadap infrastruktur militer Ukraina, yang menurut Moskow adalah tindakan balasan atas meningkatnya serangan drone oleh Kiev terhadap target sipil di dalam Rusia.
