Panduan Hukum Tajwid Surat Al Hijr Ayat 3: Bacaan dan Maknanya
Hukum Tajwid Surat Al Hijr Ayat 3: Panduan Membaca dengan Penjelasan dan Makna
Surat Al Hijr adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang menempati posisi ke-15 dan tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah. Ayat ketiga dari surat ini memuat banyak pelajaran rohani serta nilai-nilai keimanan. Ayat tersebut juga memiliki beberapa hukum bacaan (tajwid) yang penting untuk dipahami agar pembacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar.
Memahami dan menerapkan hukum tajwid dalam membaca ayat ini tidak hanya mempercantik bacaan, tetapi juga menjaga keaslian lafal dan makna yang diberikan oleh Allah SWT.
Bacaan dan Terjemahan Surat Al Hijr Ayat 3
zar-hum ya-kuluu wa yatamatta’uu wa yul-hihimul-amalu fa saufa ya’lamuun
“Biarkanlah mereka (hidup di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan terbuai oleh harapan-harapan kosong mereka. Pada akhirnya, mereka akan menyadari (akibat dari apa yang mereka perbuat).” (QS. Al-Hijr: Ayat 3)
Ayat ini menyampaikan pesan penting berupa peringatan bagi manusia, khususnya mereka yang lalai terhadap kebenaran. Berikut beberapa inti kandungannya:
1. Kebebasan Sementara bagi yang Lalai
Allah membiarkan orang-orang kafir dan mereka yang menolak ajaran-Nya untuk sementara menikmati kehidupan dunia. Mereka makan, bersenang-senang, dan merasa aman dalam kenikmatan duniawi tanpa memperhatikan konsekuensi dari tindakan mereka.
2. Kelalaian akibat Angan-Angan Kosong
Mereka terbuai oleh harapan palsu dan angan-angan yang tidak berdasar, seperti menganggap hidup hanya soal dunia tanpa mempertimbangkan akhirat. Pikiran mereka tersibukkan oleh keinginan duniawi yang menyesatkan.
3. Peringatan akan Konsekuensi
Ayat ini menegaskan bahwa walaupun mereka dibiarkan hidup dalam kelalaian, pada akhirnya mereka akan menyadari dan mengetahui balasan atas apa yang telah mereka lakukan—baik di dunia maupun di akhirat.
4. Teguran bagi Orang Beriman
Ayat ini juga menjadi penguat bagi orang-orang beriman agar tidak terpengaruh oleh gemerlap dunia atau gaya hidup orang-orang yang jauh dari petunjuk Allah. Ini adalah ajakan untuk tetap teguh dalam iman dan menjauhi sikap lalai.
Hukum Tajwid Surat Al Hijr Ayat 3:
Idzhar Syafawi
Tajwid pada bagian ini melibatkan:
Idzhar Syafawi, karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya. Cara membacanya harus jelas dan tidak mendengung.
Mad Thabi’i (mad asli), karena huruf wawu sukun datang setelah harakat dlommah. Panjang bacaannya adalah dua harakat atau satu alif.
Hukum Alif Lam
Terdapat hukum bacaan Alif Lam Qomariyah, yaitu ketika alif lam diikuti oleh huruf yang diberi tanda sukun, maka dibaca jelas.
Huruf Lin
Hukum tajwid di bagian ini adalah huruf lin, ditandai dengan ya sukun yang datang setelah fathah, menghasilkan bacaan yang lemas dan lembut.
Mad Wajib Muttasil
Mad ‘Aridl Lissukun
Tajwid pada kata ini adalah mad ‘aridl lissukun, terjadi ketika mad thabi’i (yaitu wawu sukun setelah dlommah) bertemu huruf hidup namun dibaca dengan waqaf (berhenti). Panjang bacaan mad ini bisa antara dua hingga enam harakat.
Demikian penjelasan mengenai hukum bacaan tajwid dalam Surat Al-Hijr ayat ke-3. Semoga penjelasan ini bermanfaat.
