Indonesia Akan Memiliki 5,3 Juta Tenaga Kerja Hijau
Indonesia Akan Memiliki 5,3 Juta Tenaga Kerja Hijau
JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas, dengan dukungan dari Pemerintah Jerman, Australia, dan Bank Dunia, telah meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia dalam rangka Indonesia’s Green Jobs Conference (IGJC) 2025: Turning Vision Into Action. Peta jalan ini merupakan bagian dari upaya kolektif menuju Visi Indonesia Emas 2045.
“Ini adalah komitmen bersama seluruh komponen bangsa untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dan makmur,” tutur Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard dalam keterangannya.
Peta jalan ini mengidentifikasi delapan sektor prioritas, mulai dari energi terbarukan hingga ekonomi sirkular yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi ekonomi rendah karbon dan penciptaan pekerjaan hijau berkualitas. Pendekatan yang digunakan berfokus pada identifikasi tugas dan kompetensi yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
“Ini memastikan pekerjaan hijau bisa dirinci menjadi kebutuhan keterampilan yang spesifik dan dapat dilatih secara sistematis,” tambah Febrian.
Pada tahun 2025, diperkirakan jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia akan mencapai 4 juta orang atau 2,7% dari total tenaga kerja, dan dapat meningkat menjadi lebih dari 5,3 juta orang atau 3,14% pada tahun 2029, dalam skenario pertumbuhan ekonomi tinggi.
Sementara itu, jumlah pekerjaan yang berpotensi menjadi hijau diproyeksikan mencapai 56 juta pada tahun 2025 dan meningkat menjadi 72 juta pada tahun 2029, menunjukkan bahwa mayoritas tenaga kerja Indonesia memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi tenaga kerja hijau.
Transformasi ini juga menghadapi tantangan seperti rendahnya partisipasi perempuan, tingginya proporsi pekerjaan informal, dan kesenjangan dalam pengupahan serta perlindungan sosial. Strategi jangka pendek dan menengah dalam peta jalan mencakup penyesuaian sistem pelatihan dan pendidikan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja hijau.
“Saya bermimpi, dalam lima tahun ke depan, ketika seseorang ditanya ‘apa pekerjaan Anda?’ Jawabannya tidak hanya soal gaji, tapi juga ‘seberapa hijau pekerjaan Anda?’ Mungkin itulah impian bersama kita,” pungkas Febrian.
Peta jalan ini adalah hasil kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, kementerian/lembaga terkait lainnya, pihak swasta, serikat pekerja, OMS, serta mitra pembangunan internasional seperti GIZ dan PROSPERA. Peluncuran peta jalan ini juga menjadi bagian dari peringatan 50 tahun Kerja Sama Pembangunan Jerman di Indonesia.
“Dukungan Pemerintah Jerman adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung Indonesia dalam memajukan transisi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan menuju ekonomi hijau. Memajukan keterampilan tenaga kerja Indonesia menuju hijau menjadi salah satu faktor kunci,” jelas Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste Ina Lepel.
