Peningkatan Investasi di Bekasi, LPCK Luncurkan Properti Baru
Peningkatan Investasi di Bekasi, LPCK Luncurkan Properti Baru
BEKASI – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) secara konsisten memperkenalkan produk hunian dan komersial terbaru di Lippo Cikarang Cosmopolis (LCC). Langkah ini sejalan dengan meningkatnya tren investasi serta pertumbuhan jumlah tenaga kerja di Kabupaten Bekasi. LPCK berkomitmen untuk memperluas portofolio dan melakukan inovasi, terutama bagi pembeli rumah pertama, dengan meluncurkan produk perumahan harga terjangkau di LCC.

LPCK Tempatkan Keberlanjutan Jadi Pijakan Strategis Dukung Pertumbuhan Bisnis
Pada tahun 2024, LPCK berhasil mencapai pra-penjualan sebesar Rp1,64 triliun, dengan kontribusi dari produk residensial sebesar 51%, produk komersial 22%, dan produk industri 27%. Dalam segmen perumahan, produk unggulan yang ditawarkan antara lain XYZ Livin dan Cendana Spark North.
Di sisi lain, Kabupaten Bekasi kembali mencatatkan prestasi dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2024, dengan jumlah mencapai Rp71,8 triliun. Angka ini menyumbang 28,6 persen dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat, melebihi target Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebesar Rp64 triliun. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap Kabupaten Bekasi sebagai tempat investasi yang menjanjikan.
Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi sebesar Rp50,62 triliun (70,47 persen), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp21,21 triliun (29,53 persen). Sektor-sektor utama yang menjadi fokus investasi adalah Jasa Lainnya (Rp15,57 triliun), Industri Logam Mesin dan Elektronika (Rp9,9 triliun), Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi (Rp7,79 triliun), serta sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp6 triliun).
Tren investasi di Kabupaten Bekasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2021, realisasi investasi tercatat sebesar Rp43,2 triliun, meningkat menjadi Rp47 triliun pada 2022, Rp61,2 triliun pada 2023, dan mencapai puncaknya di Rp71,8 triliun pada 2024.

Ingin Punya Rumah Terganjal SLIK, Menteri Ara Ajak Pengembang, Bank, dan OJK, Diskusi
Selain itu, Kabupaten Bekasi juga dikenal sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Jawa Barat, dengan total 63.148 pekerja pada tahun 2024. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyerap 35.137 pekerja (55,64%), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap 28.011 pekerja (44,36%). Lima sektor dengan serapan tenaga kerja terbesar adalah Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi (9.000 pekerja), Industri Logam Mesin dan Elektronika (8.000 pekerja), Perdagangan dan Reparasi (6.000 pekerja), Industri Mineral Non-Logam (6.000 pekerja), serta Jasa Lainnya (6.000 pekerja).
