Berita

Iran Menyesuaikan Strategi untuk Menjaga Ekspor Minyak di Tengah Konflik dengan Israel

Iran Menyesuaikan Strategi untuk Menjaga Ekspor Minyak di Tengah Konflik dengan Israel

JAKARTA – Iran berusaha mempertahankan pasokan minyak mentahnya dengan memuat tanker satu per satu dan memindahkan stok minyak terapung lebih dekat ke China. Strategi adaptasi Iran ini untuk menjaga ekspor minyak di tengah konflik dengan Israel, diungkapkan oleh dua perusahaan pelacakan kapal kepada BERITA88.

Saat ini, Iran terus berusaha mempertahankan sumber pendapatan utama dan melindungi wilayah mereka dari serangan Israel. Konflik Iran vs Israel yang pecah minggu lalu menjadi tantangan baru bagi Iran, yang menggunakan armada tanker bayangan untuk menyembunyikan asal-usulnya dan menghindari sanksi terkait program nuklirnya.

Ekspor minyak mentah Iran, sebagai produsen terbesar ketiga di OPEC, sebagian besar dikirim ke China. “Pengiriman sejauh ini sebagian besar tidak terpengaruh oleh konflik dengan Israel,” ungkap perusahaan tracking tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Terancam Ditutup, Harga Minyak Bakal Sentuh USD300 per Barel

Iran telah memuat 2,2 juta barel minyak per hari sepanjang pekan ini, menandai level tertinggi dalam lima minggu, menurut data terbaru dari firma analitik Kpler. Infrastruktur energi kedua negara telah menjadi target serangan, termasuk kilang minyak Haifa di Israel dan ladang gas South Pars di Iran.

Sejauh ini, fasilitas ekspor minyak mentah utama Iran di pulau Kharg masih aman dari serangan udara Israel. “Seluruh pengiriman dari Pulau Kharg minggu ini dilakukan dari dermaga timur,” kata Homayoun Falakshai, kepala analisis minyak mentah di firma tracking Kpler.