Israel Berencana Mendirikan Kamp Isolasi di Gaza yang Menyerupai Ghetto Nazi
Jalur Gaza
Pemerintah Gaza telah menyatakan kekhawatirannya terhadap rencana Israel untuk mendirikan kamp isolasi bagi warga Palestina, yang dianggap menyerupai ghetto pada masa Nazi, dengan dalih mengatur distribusi bantuan yang diinisiasi oleh Tel Aviv.
Menurut Pemerintah Gaza, langkah ini dipandang sebagai “kelanjutan dari genosida” yang telah berlangsung di Jalur Gaza selama 19 bulan terakhir.
Dalam sebuah pernyataan pers, Kantor Media Pemerintah Gaza menegaskan, “Kami menolak keras rencana pendudukan untuk membangun kamp isolasi yang menyerupai ghetto Nazi, dengan mengendalikan bantuan kemanusiaan serta mendistribusikannya melalui strategi segregasi sistematis, yang melanggar semua prinsip hukum internasional.”
Pernyataan tersebut menggambarkan rencana Israel sebagai “model yang tidak manusiawi dan tidak dapat diterima menurut semua standar,” dan menambahkan bahwa rencana itu bertentangan dengan hukum internasional, keadilan, dan martabat manusia.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa “Rakyat Palestina, bersama seluruh elemen masyarakatnya, akan melawan rencana-rencana kriminal yang bertujuan mengubah bantuan kemanusiaan menjadi alat pengepungan, kelaparan, dan penyerahan.”
Pemerintah Gaza menyerukan kepada komunitas internasional, bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi kemanusiaan, organisasi hak asasi manusia, dan lembaga hukum, untuk segera bertindak guna menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “lelucon yang terus berlanjut” dan mengakhiri “kekacauan sistematis yang dilakukan pendudukan terhadap rakyat kami di Jalur Gaza.”
Selain itu, pernyataan tersebut mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk “memikul tanggung jawab historis dan kemanusiaan mereka dengan mengambil sikap tegas dan cepat yang akan dikenang sejarah, demi menyelamatkan rakyat Palestina di Gaza dan mengakhiri genosida, kelaparan, dan isolasi paksa yang sedang berlangsung.”
Baca juga
Brigade Al-Qassam Luncurkan Operasi Gerbang Neraka di Rafah, Ungkap Zona Pembantaian
