Menjelang KTT 2025 di Brasil, India Tegaskan Penolakan terhadap Mata Uang BRICS
Menjelang KTT 2025 di Brasil, India Tegaskan Penolakan terhadap Mata Uang BRICS
JAKARTA – Pemerintah India dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap ide pembentukan mata uang bersama dalam aliansi ekonomi BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Pernyataan ini disampaikan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Rio de Janeiro, yang dijadwalkan berlangsung pada 6-7 Juli 2025.
Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, telah mempertegas posisi India sejak Februari lalu. “Kami tidak mendukung mata uang BRICS dalam bentuk apapun,” ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh BERITA88, Jumat (4/7).
Pernyataan tersebut juga didukung oleh Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, yang menambahkan, “Kami tidak memiliki kebijakan untuk menggantikan dolar AS.”
Pernyataan ini dianggap sebagai sinyal diplomatik yang langsung ditujukan kepada dua kekuatan utama dalam BRICS, yaitu China dan Rusia. India ingin menegaskan bahwa mereka tidak akan turut serta dalam agenda dedolarisasi yang menjadi fokus beberapa anggota BRICS lainnya.
Sikap India ini menunjukkan dinamika internal BRICS yang semakin kompleks. Meski ada dorongan untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, anggota BRICS menunjukkan perbedaan pandangan dan kepentingan nasional. Tidak ada kebijakan tunggal yang dapat diterapkan secara merata di antara anggota, mengingat masing-masing negara memiliki orientasi ekonomi dan geopolitik yang berbeda.
