politik

Jenderal AS: Perang Ukraina Berpotensi Memicu Konflik Langsung dengan Rusia!

Jenderal AS: Perang Ukraina Berpotensi Memicu Konflik Langsung dengan Rusia!

WASHINGTON – Seorang jenderal tinggi Amerika Serikat (AS) mengingatkan bahwa konflik di Ukraina bisa memicu konfrontasi militer langsung antara Amerika dan Rusia.

Jenderal Gregory Guillot, yang memimpin Komando Utara AS (USNORTHCOM) serta Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD), memberikan peringatan ini kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS.

Menurutnya, ada kemungkinan realistis bahwa dua kekuatan nuklir ini bisa terlibat dalam konflik langsung.

Baca Juga: Presiden Negara NATO Sebut Jalan Kemenangan Perang Ukraina atas Rusia Telah Hancur

“Saat invasi Rusia yang brutal dan menyesatkan ke Ukraina memasuki tahun keempat, terdapat beberapa skenario di mana perang ini dapat meningkat menjadi konfrontasi langsung dengan AS,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang dikutip dari BERITA88, Kamis (15/5/2025).

Ancaman eskalasi telah membayangi perang di Ukraina sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi besar-besaran pada Februari 2022, terutama dengan ancaman berulang dari perang nuklir oleh Moskow.

Guillot juga menyebut musuh lain seperti Iran dan Korea Utara, menyoroti masalah keamanan dan pertahanan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump dalam usahanya mengakhiri perang di Ukraina dan menghadapi negara-negara yang mencoba menantang militer AS di masa depan.

Menurutnya, terdapat beberapa cara agar perang di Ukraina bisa berubah menjadi konfrontasi langsung antara AS dan Rusia. Dia juga mengacu pada konflik lain yang berpotensi menarik Amerika ke dalamnya, seperti perang di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang pada akhirnya bisa melibatkan AS dalam konflik langsung dengan Iran dan sekutunya.

Jenderal Guillot lebih lanjut menyatakan bahwa ketegangan di Selat Taiwan dan Laut China Selatan membawa risiko konstan dari peningkatan menjadi konflik bersenjata antara China dan AS, dengan dampak yang bisa berlangsung selama satu generasi.

Dia menambahkan bahwa kerja sama strategis antara dan di antara empat musuh utama AS—Rusia, China, Korea Utara, dan Iran—telah meningkat secara substansial sejak dimulainya Perang Ukraina, sehingga meningkatkan risiko bahwa konflik dengan satu pihak dapat dengan cepat berkembang menjadi perang dengan koalisi musuh.

Pernyataan Guillot muncul bersamaan dengan upaya negosiasi untuk mengakhiri perang di Ukraina, dengan presiden Ukraina, Volodymr Zelensky, menyatakan bahwa ia akan berada di Turki pada hari Kamis untuk siap melakukan pembicaraan langsung dengan Putin.