Berita

Tiga Negara Ini Dianggap Ancaman Keamanan Terbesar bagi Jepang sejak Perang Dunia II

Tiga Negara Ini Dianggap Ancaman Keamanan Terbesar bagi Jepang sejak Perang Dunia II

TOKYO – BERITA88 melaporkan bahwa Jepang sedang menghadapi situasi keamanan yang paling serius sejak akhir Perang Dunia II. Tiga negara di Asia Timur – China, Rusia, dan Korea Utara – telah meningkatkan aktivitas militer mereka di kawasan tersebut, demikian ungkap Menteri Pertahanan Jepang, Jenderal Nakatani.

Menteri Nakatani menyatakan bahwa, “Tatanan perdamaian dunia yang ada sedang menghadapi tantangan serius, dan Jepang kini berada dalam situasi keamanan yang paling kompleks dan parah di era pascaperang.” Pernyataan ini disampaikan dalam pengantar buku putih pertahanan tahunan yang diterbitkan oleh kementerian tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa aktivitas militer China menimbulkan “tantangan strategis terbesar dan belum pernah terjadi sebelumnya” bagi Jepang. Beijing disebutkan dengan cepat meningkatkan kemampuan militernya baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta mengintensifkan aktivitas di kawasan sekitar, khususnya di Kepulauan Senkaku – sekelompok pulau di Laut Cina Timur yang dikuasai Tokyo namun juga diklaim oleh Beijing sebagai Kepulauan Diaoyu.

Dokumen sepanjang 34 halaman ini memberikan pandangan suram terhadap masa depan kawasan, terutama terkait persaingan antara China dan Amerika Serikat, yang merupakan sekutu paling penting bagi Tokyo. “Keseimbangan kekuatan global sedang mengalami perubahan dramatis, dan persaingan antarnegara terus berlanjut. Persaingan antara Amerika Serikat dan China kemungkinan akan semakin intensif di masa mendatang,” demikian tertulis dalam buku putih tersebut.

Makalah ini juga menyatakan bahwa aktivitas militer China yang meningkat di sekitar Taiwan, pulau yang dikelola secara demokratis, merupakan ancaman yang signifikan. “China berupaya menciptakan situasi fait accompli dengan operasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), dan terus meningkatkan kemampuan tempur yang sesungguhnya,” tambahnya.

Amerika Serikat menyerukan kepada sekutu-sekutu Asia untuk memperkuat pertahanan mereka menghadapi ancaman China yang dianggap mendesak, menurut pernyataan Hegseth di forum pertahanan utama. AS juga menyoroti situasi serupa di Laut Cina Selatan dan menegaskan bahwa tindakan PLA di sana menjadi kekhawatiran sah bagi Jepang, karena jalur laut utama Tokyo melintasi wilayah tersebut.

Jiang Bin, juru bicara Kementerian Pertahanan China, menanggapi pada hari Rabu bahwa Jepang sedang “menggembar-gemborkan ‘ancaman China’, dan secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri China.”