politik

Jerman Berkomitmen Membantu Ukraina dalam Produksi Rudal Jarak Jauh untuk Menargetkan Rusia

Jerman Berkomitmen Membantu Ukraina dalam Produksi Rudal Jarak Jauh untuk Menargetkan Rusia

BERLIN – Kanselir Jerman, Friedrich Merz, telah menyatakan komitmennya untuk membantu Ukraina dalam memproduksi rudal jarak jauh yang bisa digunakan untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia. Kebijakan ini dikecam oleh Moskow karena dinilai akan memperburuk konflik yang ada.

Merz juga menyebutkan bahwa negara-negara besar NATO seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat tidak lagi memberlakukan batasan jangkauan pada rudal yang dipasok ke Ukraina, dan pembatasan tersebut sudah dicabut beberapa bulan lalu. Ini memberikan kebebasan bagi Kyiv untuk menyerang wilayah Rusia dengan senjata dari sekutu Barat.

Pada hari Rabu, Merz menegaskan kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahwa Berlin siap mendukung Kyiv dalam mengembangkan kapabilitas rudal mereka sendiri.

Baca Juga: Jerman Umumkan Kebebasan Ukraina untuk Menyerang Wilayah Rusia dengan Rudal NATO

“Menteri pertahanan kami akan menandatangani nota kesepahaman hari ini mengenai akuisisi sistem senjata jarak jauh buatan Ukraina,” ujar Merz kepada media di Berlin.

“Kami juga ingin memastikan adanya produksi bersama, tetapi kami tidak akan mengungkapkan detailnya kepada publik,” tambahnya, sembari menegaskan bahwa tidak akan ada pembatasan jangkauan pada senjata-senjata ini dan Kyiv dibebaskan untuk menargetkan lokasi di luar wilayahnya sendiri.

Merz menghindari pertanyaan mengenai apakah Berlin juga akan menyediakan rudal jelajah Taurus kepada Ukraina, yang memiliki kemampuan untuk mencapai ibu kota Rusia.

Menurut laporan dari surat kabar Bild pada hari Selasa, berdasarkan beberapa sumber, Jerman tampaknya tidak akan memberikan rudal Taurus. Hal ini karena para pejabat di Berlin menganggap masalah ini sensitif, khawatir dapat memicu eskalasi konflik yang lebih besar.