Jokowi Lebih Dikenal Sebagai Kader Partai Nasionalis, Kurang Tepat Pimpin PPP
Jokowi Lebih Dikenal Sebagai Kader Partai Nasionalis, Kurang Tepat Pimpin PPP
JAKARTA – Muktamar ke X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijadwalkan berlangsung pada September 2025. Beberapa nama turut meramaikan bursa calon ketua umum partai berlambang ka’bah ini.
Salah satu yang diusulkan adalah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantas, bagaimana peluang Jokowi untuk menjadi ketua umum PPP?
“Peluang ada, tetapi kecil,” ujar Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro kepada BERITA88, Sabtu (31/5/2025).
Agung menjelaskan, sejak awal Jokowi lebih dikenal sebagai kader partai nasionalis karena pernah berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). “Sehingga potensi bergabung ke PSI lebih besar daripada ke PPP yang dikenal sebagai Partai Islam,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun masih ada kemungkinan, karena PPP sedang mengalami krisis, gagasan untuk menarik Jokowi sebagai ketua umum muncul. Menurut Agung, untuk dapat masuk ke parlemen Senayan, diperlukan strategi politik yang luar biasa dan inovatif.
“Termasuk menaturalisasi politik dengan kader-kader eksternal yang potensial,” pungkasnya.
