Justin Bieber Pernah Jadi Sasaran Penculikan dan Rencana Pembunuhan yang Dirancang oleh Narapidana
Justin Bieber Pernah Jadi Sasaran Penculikan dan Rencana Pembunuhan yang Dirancang oleh Narapidana
JAKARTA – Justin Bieber pernah menjadi target rencana penculikan dan pembunuhan yang kejam pada saat dirinya berada di puncak popularitasnya. Fakta mengejutkan ini terungkap dari laporan terbaru oleh BERITA88 dan serial dokumenter Hollywood Demons di Investigation Discovery.
Seorang mantan petugas penjara bernama Edgar Pinon mengungkapkan rencana penculikan, mutilasi, dan pembunuhan yang menargetkan Justin Bieber. Rencana mengerikan ini diatur oleh Dana Martin, seorang narapidana yang sedang menjalani dua hukuman seumur hidup di New Mexico karena kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang remaja.
Pinon mengenang saat ketika Martin secara pribadi memintanya untuk berbicara. Dalam percakapan tersebut, Martin menunjukkan obsesinya terhadap Bieber, bahkan membahas tato sang penyanyi yang ia miliki. Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim dua orang, Mark Staake dan keponakannya Tanner Ruane, ke Pantai Timur Amerika Serikat untuk melaksanakan rencana jahat tersebut.

“Ia sudah menyiapkan daftar target, dan Bieber berada di urutan teratas,” kata Pinon seperti dilaporkan oleh The News International, Minggu (27/4/2025).
Rencana tersebut berhasil digagalkan pada tahun 2012 ketika Staake dan Ruane tertangkap setelah secara tidak sengaja melintasi perbatasan Kanada. Saat itu, polisi menemukan alat-alat berbahaya di dalam mobil mereka.
Di antaranya adalah gunting pangkas dan dasi, benda-benda yang disiapkan untuk melakukan pengebirian dan pembunuhan. Dalam rekaman percakapan telepon, Ruane bahkan menyebut suami Hailey Baldwin itu dengan kata-kata yang merendahkan dan membahas secara eksplisit rencana brutal yang akan dilakukan.

Martin sendiri kemudian mengakui bahwa motifnya tidak hanya sekadar ingin menghabisi penyanyi 31 tahun tersebut. “Saya bukan siapa-siapa di penjara. Saya ingin Justin Bieber tahu siapa saya,” ujar Martin.
