Kebutuhan Diskon Listrik untuk Kelas Menengah dengan Daya 2.200 VA
Kebutuhan Diskon Listrik untuk Kelas Menengah dengan Daya 2.200 VA
JAKARTA – Rencana pemerintah untuk meluncurkan insentif ekonomi pada tanggal 5 Juni 2025 disambut dengan antusiasme tinggi. Namun, kebijakan ini dipandang belum sepenuhnya menjangkau seluruh kelompok penting, terutama kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi dalam negeri.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa salah satu insentif yang perlu diperkuat dan diperluas adalah program diskon tarif listrik. Menurut Bhima, insentif ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya beli masyarakat apabila cakupannya diperluas hingga mencakup pelanggan dengan daya 2.200 VA.
“Pelaksanaan diskon tarif listrik adalah langkah positif, dengan catatan bahwa cakupannya harus sampai ke golongan 2.200 VA, bukan hanya terbatas pada pelanggan di bawah 1.300 VA,” ungkap Bhima kepada BERITA88, Minggu (25/5).
Bhima menguraikan bahwa pelanggan dengan daya 2.200 VA umumnya termasuk dalam segmen kelas menengah, seperti penghuni rumah kontrakan atau kos-kosan karyawan. Mereka adalah kelompok yang cukup rentan terhadap tekanan biaya hidup, terutama di kondisi pemulihan ekonomi yang belum merata sepenuhnya.
“Kelompok ini sering kali terabaikan dalam kebijakan, padahal mereka juga memerlukan dukungan insentif listrik. Tanpa bantuan, belanja mereka akan cenderung stagnan, yang tentunya dapat menghambat laju pemulihan ekonomi nasional,” tambah Bhima.
