Berita

Kerusuhan Mei 1998: Tinjauan Ulang Narasi Pemerkosaan Massal oleh NPI

Kerusuhan Mei 1998: Tinjauan Ulang Narasi Pemerkosaan Massal oleh NPI

JAKARTA – Direktur Eksekutif Nusantara Parameter Index (NPI) Murmahudi mengemukakan bahwa narasi pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 sebaiknya ditinjau kembali secara objektif. Menurutnya, narasi ini selama ini dibangun tanpa dasar forensik yang kuat dan berpotensi menyesatkan sejarah nasional.

Ia menyebutkan bahwa kesaksian medis dari dokter yang bertugas pada saat tragedi tersebut menjadi bukti penting yang selama ini kurang mendapat perhatian publik. Salah satu kesaksian tersebut berasal dari dr Ani Hasibuan yang ketika peristiwa itu terjadi bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM Jakarta.

“Pernyataan dr Ani Hasibuan membuka satu tabir penting. Jika memang tidak ditemukan korban pemerkosaan seperti yang selama ini disebutkan, maka kita patut mempertanyakan validitas narasi yang telanjur menyudutkan karakter bangsa kita di mata dunia,” ujar Murmahudi.

dr Ani menjelaskan bahwa dirinya bersama tim medis di RSCM tidak pernah menerima atau menangani korban kekerasan seksual selama kerusuhan Mei 1998. Menurutnya, jenazah yang ditangani umumnya adalah korban kebakaran dari pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Barat dan Ciledug.

“Semua korban dalam kondisi terbakar. Tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual, apalagi laporan forensik resmi terkait itu,” kata Ani.

Ia juga mengungkapkan bahwa aparat militer, khususnya dari Korps Marinir, justru berperan dalam menenangkan massa dan membantu mencegah aksi pembakaran. “Saya menyaksikan langsung bagaimana anggota Marinir mengajak massa menyanyi agar suasana reda. Bahkan, mereka membantu mahasiswa pulang dari kampus dengan aman,” ungkapnya.