Kekhawatiran Amerika terhadap Senjata Nuklir Orbital China: Ancaman dari Langit
Kekhawatiran Amerika terhadap Senjata Nuklir Orbital China: Ancaman dari Langit
WASHINGTON – Dalam dinamika perlombaan senjata yang semakin mengkhawatirkan di dunia, Amerika Serikat (AS) kini dihadapkan pada sebuah tantangan futuristik yang membuat para jenderal Pentagon merasa resah: ancaman serangan nuklir China dari luar angkasa.
Ancaman ini bukan sekadar fiksi ilmiah, tetapi merupakan hasil dari perkembangan pesat teknologi militer China dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 13 Mei lalu, Badan Intelijen Pertahanan (DIA) AS mengungkapkan kekhawatiran yang cukup mengejutkan, bahwa China berpotensi memiliki sejumlah rudal nuklir orbital yang siap diluncurkan dari luar angkasa menuju daratan AS.
“China dapat mengumpulkan puluhan rudal orbit dengan hulu ledak nuklir dalam sekitar sepuluh tahun ke depan,” demikian bunyi laporan DIA yang dikutip oleh Bloomberg.
FOBS, Senjata Masa Depan yang Menghindari Radar
Ancaman yang paling ditakuti AS ini berasal dari sistem yang dikenal sebagai Fractional Orbital Bombardment System (FOBS). Sistem ini bukan hanya sekadar pengembangan dari rudal balistik antarbenua (ICBM), tetapi merupakan inovasi baru dalam strategi serangan nuklir.
Rudal FOBS diluncurkan seperti ICBM, tetapi tidak langsung menuju targetnya. Sebaliknya, ia memasuki orbit rendah bumi terlebih dahulu dan kemudian meluncur ke sasaran dari arah yang tidak terduga—bahkan bisa dari Kutub Selatan, di mana sistem radar AS tidak siaga.
DIA telah menjelaskan dalam sebuah bagan yang dirilis bersamaan dengan pernyataan Gedung Putih mengenai ancaman ini.
“FOBS adalah sebuah ICBM yang memasuki orbit rendah sebelum kembali ke atmosfer untuk menyerang targetnya, dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat dibandingkan ICBM konvensional,” demikian pernyataan tersebut.
“Atau dapat melintasi Kutub Selatan untuk menghindari sistem peringatan dini dan pertahanan rudal. Rudal ini melepaskan muatannya sebelum menyelesaikan satu putaran penuh orbitnya.”
Kelebihan utama FOBS adalah kemampuannya untuk mengelabui sistem pertahanan rudal. Tidak seperti ICBM konvensional yang memiliki lintasan balistik yang dapat diprediksi, FOBS memungkinkan hulu ledak keluar dari orbit kapan saja dan menyerang dari arah mana pun. Dengan demikian, perisai pertahanan seperti NORAD [Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara] menjadi kurang efektif.
