Lonjakan Ketidakpastian, IMF Berikan Peringatan Tentang Ekonomi Dunia
Lonjakan Ketidakpastian, IMF Berikan Peringatan Tentang Ekonomi Dunia
JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan bahwa ekonomi dunia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat tahun ini disertai inflasi yang lebih tinggi. Hal ini dipicu oleh gangguan perdagangan global dan meningkatnya proteksionisme.
Kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang menitikberatkan pada prioritas manufaktur domestik dan negosiasi ulang perjanjian perdagangan yang menguntungkan AS, telah memicu ketegangan tajam dengan mitra dagang, termasuk Uni Eropa (UE) dan China.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyerukan perlunya reformasi yang mendesak dan memperbaharui kerja sama global saat meninjau laporan Prospek Ekonomi Dunia dari IMF.
Peningkatan tajam dalam volatilitas keuangan dan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang mahal benar-benar di luar ekspektasi, ujar Georgieva, berdasarkan data IMF yang menunjukkan peningkatan ketidakpastian global.
Georgieva menambahkan bahwa tarif efektif AS telah melonjak ke level yang belum pernah dilihat selama beberapa waktu. Meskipun tidak menyebut nama Trump, kenaikan tarif tersebut berasal dari langkah-langkah perdagangan besar yang diambil pemerintah AS.
Ini termasuk tarif 10% untuk semua impor, serta tarif yang jauh lebih tinggi untuk produk-produk China, di mana beberapa barang dikenakan tarif hingga 145%. Sebagai respon, China membalas dengan menaikkan bea masuk untuk semua produk AS dari 84% menjadi 125%.
Pernyataan Georgieva mencerminkan kekhawatiran yang diungkapkan oleh para pemimpin ekonomi lainnya minggu ini, termasuk kepala Federal Reserve dan Bank Dunia, yang memperingatkan dampak negatif dari kebijakan perdagangan Trump. Pada hari Kamis, Bank Sentral Eropa menurunkan suku bunga, menyebutkan “prospek pertumbuhan yang memburuk” akibat meningkatnya ketegangan perdagangan.
Awal minggu ini, Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou menyatakan bahwa Trump telah memicu perang dagang global “tanpa peringatan” dan mengkritiknya karena menyerang baik pesaing maupun sekutu dengan tarif yang merusak kerja sama selama bertahun-tahun.
Pemimpin UE lainnya juga memperingatkan bahwa tarif mengganggu perdagangan global dan mengancam stabilitas ekonomi. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut langkah tersebut sebagai pukulan telak. Sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengutuk tarif tersebut sebagai tindakan yang tidak bijak, dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk melabelinya sebagai tindakan yang tidak perlu dan bodoh.
Pada hari Jumat, Trump menegaskan kembali pendiriannya selama pertemuan dengan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dengan menyatakan bahwa dia tidak terburu-buru untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan. Trump percaya bahwa kebijakan tarifnya akan menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi AS.


