Manfaat Membaca Surat Abasa, Ayat Penyembuh Segala Penyakit
Manfaat Membaca Surat Abasa, Ayat Penyembuh Segala Penyakit
Manfaat membaca surat Abasa sangat penting untuk dipahami oleh umat Islam. Surat ini memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu menjadi salah satu ayat penyembuh berbagai penyakit. Dalam bahasa Arab, Abasa berarti ‘ia yang bermuka masam’. Surat ini terdiri dari 42 ayat, termasuk dalam kelompok Surat Makkiyyah, dan diturunkan setelah Surat An-Najm. Nama ‘Abasa’ diambil dari kata ‘abasa’ yang muncul di ayat pertama.
Sayyid Muhammad Taqi Al-Muqaddam dalam bukunya “Khazanah Al-Asrar” menjelaskan keutamaan ayat-ayat Al-Quran untuk penyembuhan penyakit. Ia juga mengatakan bahwa siapa pun yang membawa surat ini akan mendapatkan kemudahan dalam perjalanannya dan terlindung dari kesulitan. “Dan siapa pun yang membacanya di tempat barang hilang, maka Allah akan menunjukkan letak barang tersebut,” ujarnya.
Dalam “Tafsirul Burhan” disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang membaca surat ini (Surat ‘Abasa), akan bangkit dari kuburnya di hari kiamat dalam keadaan tertawa dan bahagia. Siapa yang menuliskannya pada kulit kijang dan menggantungkannya sebagai kalung, maka ia hanya akan melihat kebaikan di mana pun ia berada.”
Ash-Shidiq berkata, “Jika seorang musafir membacanya di perjalanan, maka segala sesuatu di sekitarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhannya selama perjalanan itu.”
Sementara dalam Tsawabul A’mal disebutkan bahwa Abi Abdullah berkata, “Siapa pun yang membaca ‘abasa watawalla (Surat ‘Abasa), dan idzasy-syamsu kuwwirat (At-Takwir), maka ia akan berada di bawah naungan perlindungan Allah, dalam kemuliaan-Nya, dan di surga-Nya, InsyaAllah.”
Peristiwa Ketika Rasulullah Bermuka Masam
Terkait surat ini, terdapat riwayat yang menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW sedang berbicara dengan para pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka dapat memeluk Islam. Saat itu, datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta, berharap agar Rasulullah SAW membacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan. Namun, Rasulullah SAW bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum. Kemudian Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasul terhadap sahabatnya tersebut. Wallahu A’lam.
Baca juga: Faedah Surat Yunus Ayat 85-86, Doa agar Dijauhkan dari Kezaliman
