Peristiwa Bulan Muharram: Kapal Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Hari Mengarungi Banjir
Peristiwa Bulan Muharram: Kapal Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Hari Mengarungi Banjir
Di bulan Muharram terdapat banyak kejadian penting yang dialami oleh para nabi Allah SWT, salah satunya adalah peristiwa bersejarah yang dialami oleh Nabi Nuh Alaihissalam.
Diceritakan bahwa tepat pada tanggal 10 Muharram, kapal Nabi Nuh akhirnya berlabuh setelah air menutupi bumi selama 150 hari. Hujan turun dari langit dengan warna kuning dan air memancar dari bumi dengan warna merah. Berdasarkan al-Qur’an dalam surat Hud ayat 44, tempat kapal Nuh berlabuh adalah di Gunung Joudi (juga dikenal sebagai Judi, Judiy, dan Judd).
Sesuai Tafsir Kementerian Agama, setelah Allah membinasakan kaum kafir, Allah berfirman kepada bumi dan langit, “Hai bumi, telanlah airmu hingga kering, dan wahai langit, hentikanlah hujanmu.”
Setelah itu, air pun surut oleh kehendak Allah Yang Mahakuasa, dan perintah untuk membinasakan orang-orang yang mengingkari dan menyelamatkan yang beriman pun tuntas dilaksanakan.
Kapal tersebut berlabuh di puncak gunung Judi, yang terletak di pegunungan Ararat (Turki), di mana kemudian dikatakan, “Binasalah orang-orang zalim yang melampaui batas hukum Allah, mengingkari-Nya, dan mendustakan utusan-Nya.”
Dr Maurice Bucaille dalam bukunya “Bibel, Quran, dan Sains Modern” menyatakan bahwa menurut Bibel, tempat berhentinya kapal Nuh adalah di gunung Ararat (Kejadian 8, 4). Sedangkan dalam Quran disebutkan sebagai Gunung Joudi.
Menurut Bucaille, Gunung Joudi ini adalah puncak tertinggi dari pegunungan Ararat di Armenia. Namun, R Blachere berpendapat bahwa perubahan nama mungkin terjadi untuk menyesuaikan kedua riwayat. Banyak nama Joudi di Arabia, sehingga persamaan nama mungkin saja dibuat-buat.
Bucaille menegaskan bahwa terdapat perbedaan antara riwayat Quran dan Bibel. Beberapa perbedaan ini tidak dapat ditelusuri secara ilmiah karena kurangnya data positif.
