Perjalanan Varen, Anak Penjual Kantin SD yang Berhasil Masuk UGM Tanpa Biaya UKT
Perjalanan Varen, Anak Penjual Kantin SD yang Berhasil Masuk UGM Tanpa Biaya UKT
JAKARTA – Inilah kisah inspiratif dari Varen, anak seorang penjual kantin sekolah dasar yang berhasil meraih tempat di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur SNBP, dan mendapatkan pembebasan penuh dari Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Varen Syifa Maudina, yang berusia 19 tahun, diterima di Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Prestasi akademisnya tersebut tidak lepas dari perjuangan keras ibunya, Siti Darojah, seorang wanita tangguh yang menjadi satu-satunya penopang keluarga mereka.
Sejak Varen masih bayi, ayahnya telah meninggalkan mereka. Ibunya pun harus berjuang sendiri untuk menghidupi keluarganya. Ketika gempa bumi tahun 2007 merusak sumber penghasilan mereka, ditambah dengan masalah dalam rumah tangga, Siti harus membuat keputusan besar.
Siti memutuskan untuk berjualan di kantin sebuah SD di Jetis, Bantul, demi memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan Varen serta kakaknya. “Saya memprioritaskan anak-anak. Apapun akan saya lakukan demi mereka,” ungkap Siti, dilansir dari laman UGM.
Meski hidup dalam keterbatasan, Varen tumbuh dengan semangat dan kerja keras. Sejak kecil, ia terbiasa bangun pagi-pagi sekali untuk membantu ibunya menyiapkan makanan yang akan dijual. Bahkan, ia sering tiba di gerbang sekolah sejak pukul 5 pagi untuk menemani ibunya membuka lapak.
