Berita

Kerja Sama Internasional Sebagai Kunci Ketahanan Pangan

Kerja Sama Internasional Sebagai Kunci Ketahanan Pangan

DENPASAR – BERITA88 melaporkan peran PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai pemain utama dalam menjamin ketahanan pangan nasional dan regional melalui keikutsertaannya dalam forum internasional di Denpasar, Bali. Dalam forum terbesar industri pupuk di Asia yang mempertemukan pelaku industri, asosiasi, dan pemerintahan dari berbagai negara, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara untuk menghadapi tantangan krisis pangan global, gangguan rantai pasokan, dan perubahan iklim.

“Forum ini bukan sekadar konferensi, tetapi platform penting yang menyatukan pemangku kepentingan industri pupuk dari dalam dan luar Asia. Melalui forum ini, kita dapat membangun jejaring, memperkuat kerja sama, dan mengukuhkan posisi strategis Indonesia di tingkat regional,” kata Rahmad baru-baru ini.

Saat ini, Pupuk Indonesia berada di peringkat keenam sebagai produsen pupuk terbesar di dunia. Dengan skala ini, Indonesia memiliki tanggung jawab strategis untuk tidak hanya memastikan ketahanan pangan nasional, tetapi juga stabilitas pasokan pupuk regional.

Sebagai pemimpin pasar di Asia Pasifik dan Timur Tengah-Afrika Utara, Pupuk Indonesia memperkenalkan visinya untuk menjadi perusahaan agrosolusi dan petrokimia terintegrasi kelas dunia.

Pupuk Indonesia mengelola lima kawasan industri pupuk dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 9,4 juta ton urea dan 4 juta ton NPK yang mendukung ketahanan pangan nasional, serta membuka peluang hilirisasi petrokimia dalam negeri.

Dalam forum ini, Pupuk Indonesia juga menekankan pentingnya memperkuat pasokan bahan baku pupuk sebagai langkah fundamental untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kita tahu tidak semua kebutuhan pupuk bisa dipenuhi dari dalam negeri seperti fosfat dan potash. Melalui forum ini, kami menjalin dialog dan kerja sama untuk memastikan ketersediaan bahan baku tetap aman sebagai bagian dari strategi swasembada pangan,” katanya.

Perusahaan terus memperkuat ketahanan pasokan dengan memperluas kemitraan strategis di tingkat regional dan global serta mempercepat pembangunan fasilitas produksi dalam negeri. Upaya ini bertujuan menjaga keamanan bahan baku dan menjamin ketersediaan serta keterjangkauan pupuk bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh.

Komitmen ini diwujudkan melalui program modernisasi industri seperti revitalisasi Pabrik Pusri IIIB dan peremajaan pabrik Amonia PKT II guna meningkatkan efisiensi energi dan kapasitas produksi.

Selain itu, pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) pabrik pupuk di Fakfak, Papua Barat, menjadi langkah nyata untuk memperkuat distribusi pupuk di wilayah timur Indonesia.

“Revitalisasi ini bukan sekadar soal efisiensi. Ini adalah cara kami menjaga keterjangkauan harga pupuk dan menyesuaikan kapasitas produksi dengan pertumbuhan kebutuhan pangan Indonesia yang terus meningkat. Ketahanan pangan membutuhkan dukungan dari sisi hulu secara konsisten dan berkelanjutan,” ujar Rahmad.

Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri pupuk, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai hubungan strategis dalam rantai pasok pupuk regional, dari Asia Tenggara hingga Timur Tengah dan Afrika Utara. Seluruh inisiatif ini juga membuka peluang kemitraan global untuk mewujudkan industri pupuk dan petrokimia yang lebih ramah lingkungan, tangguh, dan inklusif.