Berita

Kota Jumilla di Spanyol Melarang Pertemuan Muslim di Tempat Umum

Kota Jumilla di Spanyol Melarang Pertemuan Muslim di Tempat Umum

BARCELONA – Kebijakan baru yang melarang pertemuan umat Muslim di ruang publik di kota Jumilla, Spanyol tenggara, telah menimbulkan kemarahan di kalangan komunitas Muslim. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk Islamofobia dan tindakan diskriminatif terhadap umat Muslim.

Larangan ini, yang merupakan yang pertama dari jenisnya, melarang umat Muslim menggunakan fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan dan gym untuk merayakan hari raya keagamaan Idulfitri, yang menandai akhir Ramadan, serta Iduladha.

Dijelaskan bahwa, “Fasilitas olahraga kota tidak boleh digunakan untuk kegiatan keagamaan, budaya, atau sosial yang bertentangan dengan identitas kami, kecuali diorganisir oleh otoritas setempat.”

Menurut laporan dari BERITA88, organisasi-organisasi keagamaan telah menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan ini, dengan mengatakan bahwa larangan oleh pejabat setempat dapat menjadi preseden bagi organisasi-organisasi lain di masa depan.

“Larangan pertemuan umat Muslim di tempat umum bersifat Islamofobia dan diskriminatif,” kata Mounir Benjelloun Andaloussi Azhari, presiden federasi organisasi-organisasi Islam Spanyol, kepada surat kabar nasional.