Apakah Soeharto Patut Mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional?
Apakah Soeharto Patut Mendapatkan Gelar Pahlawan Nasional?
JAKARTA – Usulan pemerintah untuk memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto memicu diskusi yang beragam. Nama Soeharto termasuk dalam daftar 10 calon Pahlawan Nasional tahun 2025 yang sedang dibahas oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
Kesepuluh nama tersebut berasal dari usulan berbagai lembaga dan daerah. “Tahun ini ada beberapa nama yang berpotensi, di antaranya Presiden kedua Soeharto dan Presiden keempat Gus Dur,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (24/4/2025).
Gus Ipul menyatakan bahwa Kemensos telah menerima usulan beberapa nama calon pahlawan nasional dari berbagai daerah. Menurutnya, perdebatan adalah hal yang lumrah karena setiap calon pahlawan nasional juga manusia yang tidak luput dari kesalahan.
“Yang tentu akan dipertimbangkanlah ya. Kebaikan-kebaikannya juga harus jadi pertimbangan. Pak Harto, Gus Dur, atau juga seluruh pahlawan yang diusulkan itu pada dasarnya memiliki kelemahan dan kekurangan. Kenapa? Karena mereka manusia,” ujarnya.
“Semua pahlawan yang diusulkan adalah manusia. Siapa pun pahlawan itu yang diusulkan adalah manusia. Manusia itu tempatnya kesalahan. Jadi tidak ada yang sempurna,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto dan Gus Dur adalah cara untuk mengenang jasa-jasa baik mereka. “Kita mempertahankan nilai-nilai yang baik sambil kita juga mengadopsi nilai-nilai baru yang lebih baik. Jadi yang baik, yang lama kita pertahankanlah. Yang buruk ya tidak usah diteruskan,” katanya.
“Setelah dievaluasi, ya sudahlah. Mungkin kekurangan, kesalahan mereka harus kita terima sebagai bagian dari perjalanan bangsa ini. Namun jasa-jasa baiknya itu juga tidak boleh kita lupakan,” tambahnya.
“Lebih baik seperti itu saja. Jadi kan sejarah sudah mencatat. Ya sudah lah, biar nanti bisa jadi inspirasi bagi generasi yang akan datang,” sambungnya.
