Ekonomi

BERITA88: Negara Berkembang Terjepit Utang dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China

Negara Berkembang Terjepit Utang dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China

JAKARTA – China memberikan tekanan keuangan yang semakin besar kepada berbagai negara berkembang ketika pembayaran utang mencapai tingkat tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini, diperkirakan negara-negara ini akan membayar sebanyak USD35 miliar kepada China, dengan USD22 miliar di antaranya berasal dari 75 negara paling miskin dan rentan di dunia.

Mayoritas pembayaran tersebut adalah untuk pinjaman yang didapat melalui Belt and Road Initiative atau Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China selama dekade 2010-an.

Lowy Institute, sebuah lembaga pemikir yang berbasis di Sydney, dalam laporannya mengungkapkan, “Negara-negara berkembang menghadapi gelombang besar pembayaran utang serta biaya bunga yang harus ditanggung kepada China.”

“Aliran pembayaran utang ke China dari negara-negara berkembang diproyeksikan akan mencapai total USD35 miliar pada tahun 2025 dan akan tetap tinggi sepanjang dekade ini,” tambahnya.

“Sebagian besar dari jumlah pembayaran utang ini, sekitar USD22 miliar, disumbangkan oleh 75 negara termiskin dan paling rentan di dunia,” demikian tertulis dalam laporan Lowy Institute, sebagaimana dikutip dari BERITA88, Kamis (29/5/2025).