Luthfi Yazid Berbicara di China, Soroti Pentingnya Kolaborasi Global Antarorganisasi Advokat
Luthfi Yazid Berbicara di China, Soroti Pentingnya Kolaborasi Global Antarorganisasi Advokat
BEIJING – Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), TM Luthfi Yazid, tampil sebagai pembicara dalam sebuah simposium yang berlangsung di Beijing, China. Acara tersebut membahas tema-tema hukum teraktual seperti hukum investasi, penyelesaian sengketa, ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan lain-lain.
DePA-RI menjadi satu-satunya Organisasi Advokat dari Indonesia yang berhasil menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Beijing Lawyers Association (BLA) bersama enam organisasi advokat lainnya, termasuk dari Laos, Thailand, Mongolia, Zimbabwe, dan Nigeria. MOU juga ditandatangani dengan beberapa Organisasi Arbitrase di wilayah Asia.
Simposium ini membahas berbagai tema hukum kontemporer yang penting, mencakup hukum investasi, penyelesaian sengketa, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan. Acara ini diselenggarakan oleh Beijing Lawyers Association (BLA) pada hari Sabtu (28/6/2025) dan dihadiri oleh advokat dari berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Afrika, Amerika Latin, Asia Pasifik, serta berbagai firma hukum dari China daratan. Di China, terdapat sekitar 800 ribu advokat, dengan 60 ribu di antaranya berlokasi di Beijing.
Presiden BLA, Liu Yanling, yang sebelumnya memimpin delegasi BLA berkunjung ke DePA-RI di Jakarta, membuka acara yang berlangsung meriah dan penuh keakraban di Hotel Yuyang, Beijing. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan pemerintah Kota Beijing.
Beberapa pimpinan organisasi advokat dari berbagai yurisdiksi turut memberikan pidato, di antaranya adalah Tong Lihua (Wakil Presiden Beijing Lawyers Association), Lisa Sam (Presiden Law Society of Singapore), Danzannorov Lkhagva (Presiden Associaton of Mongolian Advocates), Tewodros Getachew Tulu (Wakil Presiden Pan African Lawyers Union), Lison Ncube (Presiden Law Society of Zimbabwe), Datuk Almalena Sharmilla Johan (CEO Asian International Arbitration Centre), Saritorn Laungwattanawich (Wakil Presiden Thailand Bar Associaton), Viengsavanh Phanthaly (Ketua Lao Bar Association), dan Sabastian Anyia (Wakil Presiden Nigerian Bar Association).
