Berita

Macron: AS dan Eropa Berisiko Kehilangan Kredibilitas Akibat Dua Konflik

Macron: AS dan Eropa Berisiko Kehilangan Kredibilitas Akibat Dua Konflik

SINGAPURA – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan bahwa Amerika Serikat dan Eropa menghadapi risiko kehilangan kredibilitas dan bisa dituduh menerapkan “standar ganda” jika tidak segera mengatasi konflik di Ukraina dan Gaza.

Macron juga mendesak negara-negara di Asia untuk membentuk aliansi baru dengan Eropa guna memastikan mereka tidak menjadi “korban tambahan” dalam persaingan kekuatan antara AS dan China.

Pidato ini disampaikan oleh Macron di Shangri-la Dialogue, pertemuan tahunan tingkat tinggi di bidang pertahanan yang berlangsung di Singapura.

Di antara audiens yang hadir, terdapat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, serta para pejabat tinggi militer dari wilayah tersebut.

Risiko Kehilangan Kredibilitas Akibat Dua Konflik

1. Rusia Mengambil Alih Wilayah Ukraina

Macron menekankan bahwa jika Rusia berhasil mengambil alih wilayah Ukraina “tanpa batasan apa pun, tanpa kendala apa pun… apa yang bisa terjadi di Taiwan? Bagaimana jika sesuatu terjadi di Filipina?”

“Yang dipertaruhkan di Ukraina adalah kredibilitas kita bersama, bahwa kita masih mampu menjaga integritas teritorial dan kedaulatan rakyat,” katanya, sebagaimana dilaporkan oleh BERITA88. “Tidak ada standar ganda.”

2. Ketegangan China dan Taiwan

Banyak pihak di Asia khawatir terhadap potensi ketidakstabilan jika China mencoba “menyatukan kembali” Taiwan secara paksa, sebuah pulau yang beroperasi dengan pemerintahan sendiri dan diklaim Beijing sebagai wilayahnya. China juga semakin berselisih dengan Filipina terkait klaim di Laut China Selatan.

Macron kemudian menanggapi pertanyaan dari koresponden keamanan BERITA88, Frank Gardner, tentang peran militer Eropa di Asia selagi konflik besar masih berlangsung di benua tersebut.

“Jika AS dan Eropa tidak dapat menyelesaikan situasi Ukraina dalam waktu dekat, saya yakin kredibilitas AS dan Eropa yang berpura-pura menyelesaikan krisis apapun di wilayah ini akan sangat rendah,” ujar Macron.

Mantan Presiden AS Donald Trump telah menekan para pemimpin Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri konflik, tampaknya memberi Vladimir Putin tenggat waktu dua minggu. Trump sebelumnya juga mengkritik pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky, menuduhnya “tidak siap untuk perdamaian”.

3. Kelonggaran terhadap Israel

Macron juga menyuarakan pandangannya tentang standar ganda dalam konflik di Gaza, dengan mengakui adanya persepsi bahwa Barat memberikan “kelonggaran” kepada Israel.