Kebocoran Data Penumpang Qantas Akibat Serangan Siber
Jutaan Data Penumpang Qantas Dicuri dalam Serangan Siber
JAKARTA – Maskapai penerbangan dari Australia, Qantas, telah menjadi target serangan siber yang membahayakan keamanan data sekitar enam juta penumpangnya. Kejadian ini menambah deretan panjang insiden serupa yang menimpa perusahaan besar dalam sektor penerbangan internasional.
Qantas menyatakan bahwa mereka telah berhasil mengamankan sistem yang menjadi target dalam serangan tersebut. Sistem ini adalah platform pihak ketiga yang digunakan untuk pusat layanan pelanggan, di mana data pribadi jutaan penumpang disimpan.
Informasi yang kemungkinan besar terekspos mencakup nama lengkap, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor frequent flyer. Namun, Qantas menegaskan bahwa data sensitif seperti rincian kartu kredit, informasi keuangan, dan nomor paspor tidak termasuk dalam kebocoran ini.
“Kami memastikan bahwa tidak ada akun frequent flyer yang disusupi, termasuk kata sandi, PIN, atau informasi login lainnya,” demikian pernyataan resmi dari manajemen Qantas yang dikutip BERITA88.
