Berita

Memahami Muharram, KH Ali Masykur Musa: Hijrah sebagai Perubahan Hidup

Memahami Muharram, KH Ali Masykur Musa: Hijrah sebagai Perubahan Hidup

JAKARTA – Bagi umat Islam, selain Ramadan dan Rajab, Muharram juga menjadi bulan yang dirayakan dengan penuh kegembiraan. Umat Muslim di seluruh dunia, terutama di Indonesia, menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah dengan penuh rasa syukur.

Beragam makna bisa diambil dari momen istimewa ini. Salah satunya adalah memahami hijrah sebagai proses perubahan yang menyeluruh. Ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan perubahan yang mendalam baik secara spiritual, sosial, maupun profesional.

Pernyataan ini disampaikan oleh KH Ali Masykur Musa dalam acara dialog memperingati tahun baru Hijriah. Menurut dia, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah merupakan tonggak bersejarah yang menggambarkan perluasan strategi dakwah Islam, dari misi keimanan menuju pembentukan tatanan sosial. Oleh karena itu, semangat hijrah seharusnya tetap relevan sepanjang waktu.

Baca juga: Dalil Hadis tentang Keutamaan Amalan Bulan Muharram

“Hikmahnya, seluruh aspek hidup kita perlu mengalami perbaikan. Kita harus berhijrah. Dalam profesi, harus menjadi lebih produktif. Dalam hubungan sosial, harus lebih rendah hati dan lebih baik kepada sesama manusia. Dari sisi hati, harus lebih jernih dan bersih. Itulah makna hijrah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa di era digital ini, hijrah tidak cukup hanya dimaknai sebagai perubahan penampilan atau gaya hidup Islami semata. Transformasi harus mencakup aspek output (kinerja), outcome (dampak sosial), dan spiritualitas (hubungan dengan Tuhan).

Lihat Juga: Makna Hijrah, Momentum Transformasi Spiritual, Intelektual, dan Sosial