Mengapa Israel Menghubungkan Operasi Rising Lion dengan Simbol Shah Iran sebelum Revolusi?
Mengapa Israel Menghubungkan Operasi Rising Lion dengan Simbol Shah Iran sebelum Revolusi?
TEL AVIV – Israel menyatakan bahwa operasi rahasianya terhadap Iran, bernama ‘Rising Lion’, terinspirasi dari simbol monarki Iran sebelum 1979 di bawah Shah, sebagai bagian dari strategi perang psikologis dan provokasi ideologis yang disengaja.
1. Menghidupkan Kembali Dinasti Pahlavi
Sebuah unggahan di akun resmi berbahasa Persia milik Israel menyebutkan lambang Singa dan Matahari yang diasosiasikan dengan dinasti Pahlavi. Pesan dalam bahasa Persia itu berbunyi: “Bangkitnya singa-singa untuk kemenangan cahaya atas kegelapan.”
Pesan ini disertai dengan gambar kartun yang menunjukkan bendera Iran saat ini ditusuk oleh seekor singa emas bersenjata pedang.
Walaupun Israel belum secara resmi menjelaskan pilihan nama tersebut, banyak yang menilai Singa yang Bangkit merujuk langsung pada lambang era Shah, menandakan kampanye ini sebagai langkah ideologis serta militer.
2. Mewakili Sejarah Yahudi
Minggu lalu, sebelum meluncurkan serangan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan catatan tulisan tangan di Tembok Barat di Yerusalem yang mengutip ayat Alkitab: “Lihat, suatu bangsa seperti singa betina akan bangkit, dan seperti singa ia mengangkat dirinya sendiri.”
Awalnya, ini dibaca sebagai bingkai agama Yahudi, tetapi konfirmasi dari kantor berbahasa Persia Israel menunjukkan bahwa pesan tersebut adalah intimidasi simbolis kepada Iran.
Minggu lalu, Netanyahu – yang dicari oleh ICC atas tuduhan kejahatan perang di Gaza – menyerukan kepada rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka, secara terbuka membingkai kampanye militer Israel sebagai momen untuk mengganti rezim di Teheran.
Berbicara kepada media anti-Iran yang didanai Arab Saudi, ia menyatakan: “Inilah saatnya. Kebebasan Anda sudah dekat – itu sedang terjadi sekarang.”
3. Menginginkan Pergantian Rezim di Iran
Pada hari Minggu, dalam wawancara dengan Fox News, Netanyahu menyatakan bahwa penggantian rezim “tentu bisa menjadi hasil” dari operasi militer Israel, walaupun tujuan resmi tetap pada penghancuran infrastruktur nuklir dan rudal Iran.
