Waspadai 8 Kesalahan Ini Saat Berkurban Menjelang Iduladha
Menjelang Iduladha: Hindari 8 Kesalahan Ini Saat Berkurban
Bulan Dzulhijjah segera tiba, yang dikenal juga sebagai bulan berkurban. Pada Hari Raya Iduladha, umat Muslim diharapkan melaksanakan ibadah kurban. Ibadah ini mengingatkan kita pada pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya dalam mencapai keimanan kepada Allah SWT. Kisahnya menceritakan bagaimana Nabi Ibrahim AS diperintahkan menyembelih Ismail AS sebelum akhirnya diganti dengan seekor domba besar.
Umat Muslim yang mampu dianjurkan melaksanakan kurban. Namun, penting untuk memahami bahwa ibadah ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa kesalahan yang harus dihindari saat berkurban. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat berkurban:
1. Alat Penyembelihan Tidak Tajam
Dalam proses penyembelihan hewan kurban, perlu diperhatikan aspek kehalalan dan kesejahteraan hewan agar daging yang dihasilkan memenuhi syarat thoyib (baik). Selain keterampilan juru sembelih, alat penyembelihan, seperti pisau, harus tajam agar penyembelihan dapat dilakukan dengan satu kali sayatan pada urat nadi.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kamu membunuh, perbaikilah cara membunuhnya, dan apabila menyembelih, perbaikilah cara menyembelihnya dan tajamkanlah pisaunya serta mudahkanlah penyembelihannya.” (HR Muslim)
2. Mengasah Pisau di Depan Hewan Kurban
Saat hendak menyembelih hewan kurban, tidak disarankan mengasah pisau di hadapannya karena dapat membuat hewan merasa ketakutan.
Hal ini sejalan dengan hadis dari Ibnu Umar RA: “Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR Ahmad, Ibnu Majah)
3. Tidak Ikhlas dalam Berkurban
Sebelum memutuskan berkurban, sangat penting untuk memantapkan niat agar ibadah kurban dapat dilakukan dengan ikhlas dan mencapai ketakwaan.
Dalam Quran Surat Al Hajj ayat 37 disebutkan: “Daging-daging unta dan darahnya tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS Al-Hajj: 37)
4. Riya Saat Berkurban
Ibadah kurban seharusnya bukan untuk pamer atau mencari pujian. Kurban harus dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT. Sifat riya’ sangat tercela dalam Islam, dan orang yang berkurban dengan niat pamer seringkali ingin menunjukkan status sosialnya.
5. Menjual Bagian dari Hewan Kurban
Terdapat dalil yang melarang menjual bagian dari sembelihan hewan kurban, seperti Hadis Abi Sa’id al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kamu menjual daging hadyu dan kurban. Tetapi makanlah, bershadaqahlah, dan gunakanlah kesenangan dengan kulitnya, namun jangan kamu menjualnya.” (Hadis dha’if, riwayat Ahmad 4/15)
6. Memberikan Upah Penyembelih dari Hasil Kurban
Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengurusi unta-unta kurban beliau, menyalurkan dagingnya, kulitnya, dan tidak memberikan apa pun dari kurban itu kepada tukang jagalnya. Beliau bersabda: “Kami akan memberikan (upah) kepada tukang jagalnya dari kami.” (HR Muslim no. 348, 1317)
