Netflix Ungkap Teaser Squid Game 3, Gi-hun di Tengah Permainan Mematikan
Netflix Ungkap Teaser Squid Game 3, Gi-hun di Tengah Permainan Mematikan
JAKARTA – BERITA88 melaporkan bahwa Netflix telah meluncurkan teaser pertama untuk Squid Game 3 pada Selasa, 6 Mei 2025. Video singkat ini menandai permulaan babak akhir dari serial thriller Korea yang telah mendapatkan pujian luas sejak tayang perdana pada tahun 2021.
Squid Game 3 dijadwalkan untuk memulai penayangan perdananya pada 27 Juni 2025. Video tersebut mengisyaratkan perkembangan konflik yang semakin kompleks, kembalinya karakter utama, serta munculnya simbol dan teka-teki baru yang memicu rasa ingin tahu.
Musim ketiga akan kembali berfokus pada perjalanan Seong Gi-hun, Pemain 456, yang diperankan oleh Lee Jung-jae. Setelah pemberontakan yang gagal di akhir musim sebelumnya, Gi-hun kini kembali ke arena permainan dengan tujuan yang belum sepenuhnya terungkap.
Dalam salah satu adegan awal dari teaser, Gi-hun tampak berada dalam peti mati sebelum akhirnya tersadar kembali. Dia kemudian terlihat terikat di pagar besi, menyiratkan perubahan peran signifikan bagi karakternya.
Baca Juga: Squid Game 2 Memenangkan Serial Berbahasa Asing Terbaik di Critics Choice Awards 2025

Teaser juga memperkenalkan sistem permainan yang baru. Para peserta kini dihadapkan pada pembagian kelompok berdasarkan warna bola, merah dan kobalt, yang mereka dapatkan dari dispenser raksasa.
Menurut laporan yang diterima pada Rabu (7/5/2025), warna tersebut diyakini akan membagi pemain menjadi dua kelompok yang saling bersaing atau mungkin saling menghancurkan.
Geum-ja (Kang Ae-sim) dan anaknya, Yong-sik (Yang Dong-geun), tampak bereaksi emosional terhadap hasil undian yang berbeda, mempertegas konflik personal di antara para kontestan.
Salah satu momen paling mengejutkan dalam teaser adalah kemunculan Pemain 222, Jun-hee (Jo Yu-ri), yang menangis tersedu disertai suara bayi menangis. Adegan ini memicu banyak spekulasi di kalangan penggemar, apakah seorang kontestan melahirkan di tengah permainan, atau hanya manipulasi psikologis dari pihak penyelenggara.
