Kekayaan Orang Kaya Rusia Melonjak, Awal 2025 Naik Lebih dari Rp330 Triliun
Orang Kaya Rusia Alami Pertumbuhan Kekayaan Pesat Awal 2025
JAKARTA – Total kekayaan bersih para orang terkaya di Rusia meningkat sebesar USD20,4 miliar atau sekitar Rp330 triliun (berdasarkan kurs Rp16.179 per USD) pada paruh pertama tahun 2025. Kontribusi terbesar terhadap peningkatan ini berasal dari para pemimpin industri komoditas, menurut data terkini dari Bloomberg Billionaires Index.
Vagit Alekperov, yang mendirikan Lukoil, perusahaan minyak terbesar kedua di Rusia, menempati posisi kedua dengan kekayaan bersih mencapai USD26,5 miliar (setara Rp428,7 triliun), mengalami kenaikan sebesar USD1,1 miliar. Sementara itu, Alexey Mordashov, ketua produsen baja Severstal, berada di peringkat ketiga, dengan peningkatan kekayaan sebesar USD1,9 miliar sehingga total menjadi USD25,2 miliar.
Leonid Mikhelson, pemilik bersama Novatek yang merupakan produsen gas alam terbesar kedua di Rusia, melihat kekayaannya bertambah USD1,4 miliar, menjadikannya total USD23,8 miliar.
Di sisi lain, Vladimir Lisin, pemegang saham mayoritas NLMK, mengalami penurunan kekayaan terbesar, turun USD3,5 miliar menjadi USD22,2 miliar seiring dengan penurunan harga baja. Sebaliknya, Pavel Durov, salah satu pendiri Telegram, menikmati peningkatan kekayaan sebesar USD3,2 miliar sehingga totalnya menjadi USD14,3 miliar.
Bloomberg Billionaires Index telah melakukan pemantauan terhadap kekayaan 500 individu terkaya di dunia sejak Maret 2012, menggunakan data pasar dan laporan perusahaan.
