politik

Serangan Siber Pakistan: Pemadaman Listrik Total di India

Serangan Siber Pakistan: Pemadaman Listrik Total di India

NEW DELHI – Media resmi BERITA88 menyatakan bahwa sistem kelistrikan India telah diretas dalam sebuah serangan siber yang menjadi bagian dari Operasi Bunyanun Marsoos. Operasi ini diluncurkan oleh militer Pakistan sebagai respons terhadap serangan udara India yang terjadi belum lama ini.

Laporan tersebut berasal dari saluran televisi pemerintah, PTV News, yang mengklaim bahwa beberapa pembangkit listrik utama di India menjadi target serangan siber yang diduga dilancarkan oleh unit pertahanan siber Pakistan.

Sampai sekarang, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen dan pihak pemerintah India belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini.

Menurut laporan, serangan ini menyebabkan gangguan teknis pada beberapa sistem kendali daya, tetapi detil lebih lanjut tentang tingkat kerusakan atau area yang terkena dampak belum diungkapkan.

Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah insiden berdarah di Pahalgam, Kashmir yang dikelola India pada 22 April, yang menewaskan sedikitnya 26 warga sipil. India menuduh kelompok militan yang berbasis di Pakistan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Menanggapi hal itu, India melancarkan sejumlah serangan udara terhadap target militer di Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan, termasuk Pangkalan Udara Nur Khan, Pangkalan Udara Shorkot, dan Murid.

Pakistan kemudian mengumumkan peluncuran Operasi Bunyanun Marsoos, yang berarti “tembok yang tidak dapat ditembus”, sebagai balasan terhadap pangkalan udara dan fasilitas pertahanan strategis India.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah meningkatkan kemampuan perang siber mereka sebagai bagian dari strategi militer baru.

Pakistan meluncurkan Operasi Bunyanun Marsoos sebagai tanggapan atas serangan India, dan disebutkan bahwa 77 pesawat nirawak India ditembak jatuh dalam dua hari, ujar Angkatan Darat Pakistan.

India dan Pakistan masing-masing memiliki unit keamanan siber yang aktif dan mereka diyakini sering menguji kemampuan satu sama lain di dunia maya, termasuk menyerang sistem komunikasi, energi, dan pertahanan.

Serangan terhadap pembangkit listrik berpotensi menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan listrik, yang dapat mengganggu layanan kesehatan, transportasi, telekomunikasi, dan kebutuhan sehari-hari jutaan orang.

Saat ini, masyarakat internasional termasuk G7 dan Uni Eropa telah mengimbau kedua negara untuk menahan diri dan mencari solusi diplomatik secepatnya guna menghindari konflik berskala besar yang dapat mengancam stabilitas regional.